Terungkap, saham Alibaba anjlok 9 persen di New York, AS pada Kamis (21/11) dan persentase penurunan mencapai hampir 10 persen di Hong Kong pada Jumat (22/11).
Anjloknya saham Alibaba ini menghapus sekitar US$20 miliar atau setara Rp311,55 triliun dari nilai pasar perusahaan.
Baca Juga:
Kejagung Jual 967 Ribu Saham Benny Tjokro Senilai Rp37,87 Miliar
Sepanjang tahun ini, saham Alibaba tergelincir lebih dari 10 persen.
Berita tentang penjualan saham ini telah memicu rumor bahwa Ma telah kehilangan kepercayaan terhadap perusahaan. Jiang kemudian mendesak para karyawan untuk menepis spekulasi tersebut.
Jiang mengatakan bahwa transaksi tersebut merupakan bagian dari rencana jangka panjang yang dibuat sejak Agustus, yang akan memungkinkan kantor Ma untuk berinvestasi dalam teknologi pertanian dan proyek-proyek kesejahteraan baik di dalam maupun di luar China.
Baca Juga:
Prabowo: Harga Saham Boleh Naik Turun, yang Penting Pangan Aman
Ia pun mengungkap bahwa Ma percaya saham Alibaba saat ini jauh lebih rendah daripada nilai sebenarnya. Maka itu, Jiang menyebut Ma tidak akan menjualnya.
Pihak kantor Ma pada Jumat (24/11) mengatakan bahwa dia tetap positif tentang prospek perusahaan, kendati ada rencana untuk menjual sebagian saham.
Yayasan Jack Ma dan Alibaba tak segera menanggapi permintaan komentar mengenai hal ini dan apakah penjualan saham bakal dilanjutkan jika harga saham perusahaan rebound atau tidak.