WAHANANEWS.CO, Jakarta - Luhut Binsar Pandjaitan tak dapat menahan emosinya saat berbicara merespons kabar keterkaitannya dengan PT Toba Pulp Lestasi (TPL).
Dia pun blak-blakan mengungkapkan keberadaan perusahaan yang dulu dikenal sebagai PT Indorayon itu.
Baca Juga:
Pasar Modal Bergejolak, 70 Emiten Terancam Angkat Kaki dari BEI
Dia menceritakan bagaimana keberadaan Indorayon di masa lalu bahkan telah memicu kerusakan lingkungan di wilayah sekitarnya.
Dan setelah menyaksikan langsung dampak keberadaan Indorayon serta setelah mendengar prote masyarakat, dia pun mengajukan kepada Presiden Gus Dur agar menutup pabrik tersebut.
"Sempatlah ditutup sementara. Tapi seiring perjalanan waktu, dibuka lagi. Karena lobby-nya itu luar biasa. Sehingga, bukalah itu. Dan di situlah menurut saya pemotongan kayu, menurut saya, kalau diurut nanti foto satelit, bisa dilihat betapa zaman itu sebenarnya kerusakan hutan di Tapanuli adalah karena TPL-ini, Indorayon ini," kata Luhut dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi miliknya, dikutip Senin (12/1/2025).
Baca Juga:
Operasional Dihentikan Pemerintah, Saham Toba Pulp Lestari Disuspensi BEI
Sebagai informasi, nama Toba Pulp tengah jadi sorotan pascabencana dahyat yang memporak-porandakan Sumatra Utara pada pekan akhir November 2025 lalu. Dan, nama Luhut yang sat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) pun ikut terseret.
Tampak dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi miliknya, Luhut bahkan sempat terdengar terbata, menahan ucapannya, dan menarik napas sebelum kembali menyambung penjelasannya.
Dan dengan nada keras, Luhut mengingatkan pejabat maupun pihak-pihak yang disebutnya menuduh dia terkait dengan Toba Pulp.