WahanaNews.co, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan 45 produk sebagai penerima penghargaan Good Design Indonesia (GDI) 2026. Dari jumlah tersebut, 10 produk meraih predikat Best Design dan akan mewakili Indonesia pada dua ajang desain internasional, yakni Good Design Award (G-Mark) di Jepang dan Golden Pin Design Award di Taiwan.
Penetapan para pemenang dilakukan pada tahap penjurian akhir yang berlangsung di Indonesia Design Development Center (IDDC), Jakarta, Kamis (2/7).
Baca Juga:
Mendag Busan Lantik Inspektur Jenderal Kemendag, Dorong Peran Pengawasan dalam Mendukung Program Prioritas
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan GDI merupakan instrumen pembinaan pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk nasional melalui penguatan aspek desain. Menurut dia, desain menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan suatu produk di pasar global.
"GDI menjadi wadah untuk menunjukkan bahwa produk Indonesia mampu bersaing di tingkat global melalui inovasi dan desain yang berkualitas. Melalui program ini, Kemendag mendorong pelaku usaha untuk terus menghadirkan produk yang unggul dari sisi fungsi, kualitas, dan memiliki nilai tambah melalui desain yang sesuai dengan kebutuhan pasar internasional," ujar Puntodewi.
Ia berharap semakin banyak produk Indonesia memperoleh pengakuan di tingkat internasional sekaligus memperluas akses ke pasar ekspor.
Baca Juga:
Kemendag Ajak Pelaku Usaha Jawa Timur Ikut Trade Expo Indonesia 2026, Bidik Transaksi 17,5 Miliar Dollar AS
Adapun 10 produk yang meraih predikat Best Design GDI 2026 meliputi Re:Bumi Sandals dari PT Pijak Bumi International, Samya Sami Server dan Cup dari Pudak Oriental Indonesia, COPPO BOARD dari The New Factory (Koperasi Jasa Pekerja Garmen TNF), Water Dispenser DB-3104C dari PT Caturaga Tiara Persada, BUTTCOLLECTOR by KICKYOURBUTT Project dari ONXSTUDIO, Morph Bag dari PT Kurva Lonceng Khatulistiwa, POLYTRON EV FOX 350 dari PT Hartono Istana Teknologi, SELA CHAIR serta STOLA DINING CHAIR & STOLA LOUNGE CHAIR dari PT Vivere Multi Kreasi, dan Panasonic Seamless Architectural Concealed Ventilating Fan FV-24CDUL2 dari Panasonic Manufacturing Indonesia.
GDI merupakan program apresiasi desain nasional yang diselenggarakan Kemendag melalui Indonesia Design Development Center (IDDC). Program ini memberikan penghargaan kepada produk Indonesia yang dinilai unggul dari aspek desain, inovasi, fungsi, kualitas, serta memiliki potensi bersaing di pasar global.
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, mengatakan penyelenggaraan GDI tahun ini memiliki nilai strategis karena menandai satu dekade pelaksanaan program sekaligus dimulainya kerja sama Kemendag dengan Taiwan Design Research Institute (TDRI).
"Tahun ini menjadi momentum penting karena para pemenang GDI tidak hanya akan dikirim mengikuti G-Mark di Jepang, tetapi juga diikutsertakan dalam Golden Pin Design Award di Taiwan. Kami optimistis kualitas peserta semakin meningkat dan peluang produk Indonesia meraih penghargaan internasional juga semakin besar," kata Ari.
Pada GDI 2026, proses seleksi dilakukan dalam dua tahap. Penjurian tahap pertama secara daring pada 8–10 Juni 2026 menyaring 198 produk dari total 345 produk yang mendaftar. Selanjutnya, produk-produk tersebut mengikuti penjurian akhir di IDDC Jakarta pada Kamis (2/7).
Untuk menjaga objektivitas penilaian, Kemendag melibatkan enam dewan juri yang berasal dari unsur pemerintah, akademisi, industri, asosiasi profesi, hingga lembaga desain internasional. Dewan juri dipimpin Ketua Umum Asosiasi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII) Prananda L. Malasan, dengan anggota Ari Satria, Donny Adhi Yuwono, Cita Tahir, Shigeru Asakura, dan Patrick Hung.
Penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari inovasi, fungsi, estetika, keberlanjutan, kualitas manufaktur, hingga potensi komersial di pasar global.
Prananda menilai kualitas peserta GDI terus menunjukkan perkembangan positif. Menurut dia, produk yang mengikuti kompetisi tahun ini semakin beragam dari sisi material, fungsi, hingga pemanfaatannya.
Ia mengungkapkan, ketatnya persaingan bahkan memunculkan perdebatan di antara para juri dalam menentukan pemenang.
"Kami berharap semakin banyak desainer Indonesia berani bereksperimen dalam desain, bentuk, fungsi, maupun penggunaan material. Dengan begitu, produk Indonesia tidak hanya unggul secara kualitas, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi aspek sosial, budaya, dan lingkungan," ujar Prananda.
[Redaktur: Jupriadi]