“Indonesia merupakan salah satu negara tujuan misi dagang pengusaha Arab Saudi di samping Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Kami siap mendukung dan menyosialisasikan agenda promosi di Indonesia agar buyer potensial dapat hadir dan bertransaksi saat pameran,” kata Mansour.
Berdasarkan data Kemendag, nilai perdagangan Indonesia dan Arab Saudi pada periode Januari–April 2026 mencapai 1,59 miliar dollar AS. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Arab Saudi tercatat sebesar 676 juta dollar AS.
Baca Juga:
Pangdam XX/TIB: Keberhasilan Satgas Yonif 142/KJ Bukti Pengabdian Tulus untuk NKRI
Sementara itu, sepanjang 2025 total perdagangan kedua negara mencapai 6,53 miliar dollar AS, dengan nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi sebesar 2,88 miliar dollar AS.
Adapun sejumlah komoditas unggulan Indonesia yang diekspor ke Arab Saudi meliputi kendaraan dan bagiannya, lemak serta minyak hewani atau nabati, kapal laut, makanan olahan, serta kayu dan produk turunannya.
Di sisi lain, Indonesia mengimpor berbagai komoditas dari Arab Saudi, antara lain garam, belerang dan kapur, plastik dan produk turunannya, bahan kimia organik, berbagai produk kimia, serta buah-buahan.
Baca Juga:
Kemendag Rampungkan Revisi Aturan PMSE, UMKM dan Produk Lokal Jadi Prioritas
Melalui partisipasi dalam Halal Indo 2026 dan TEI 2026, pemerintah berharap hubungan perdagangan Indonesia dan Arab Saudi semakin kuat, sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih luas bagi pelaku usaha kedua negara.
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.