Selain itu, emisi spesifik industri semen berhasil ditekan menjadi 566,3 kg CO₂ per ton semen ekuivalen, jauh lebih rendah dibandingkan kondisi awal sebesar 724 kg CO₂ per ton semen.
Agus menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan asosiasi dalam mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan.
Baca Juga:
Industri TPT Tetap Terkendali, Pemerintah Percepat Antisipasi Dinamika Global
“Kami optimistis industri nasional, khususnya sektor semen, mampu terus meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saingnya di pasar global melalui penerapan prinsip industri hijau,” katanya.
Di sisi kebijakan, pemerintah juga memperkuat ekosistem industri melalui berbagai instrumen strategis, seperti penerapan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) semen sesuai Permenperin Nomor 26 Tahun 2024 serta optimalisasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang telah mencapai kisaran 74,66 persen hingga 98,32 persen di sektor semen.
Transformasi industri turut diperkuat melalui implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 dan penerapan Standar Industri Hijau (SIH) guna mendorong efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan industri nasional.
Kalau mau, saya bisa buatkan versi lebih pendek, versi rilis humas, atau versi headline alternatif juga.
Baca Juga:
Kemenperin Siap Tingkatkan Daya Saing Hilirisasi Industri Agro Nasional di Pasar Global
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.