WahanaNews.co, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menegaskan komitmennya dalam membangun dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten sebagai fondasi utama penguatan sektor manufaktur nasional.
Langkah strategis ini diyakini mampu menopang kinerja industri pengolahan sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Baca Juga:
Kemenperin Permudah Industri Kecil Raih Sertifikat TKDN
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa pembangunan SDM industri yang adaptif, produktif, dan berdaya saing tinggi menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan sektor manufaktur di tengah dinamika global yang terus berkembang.
“Industri manufaktur selama ini konsisten menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, penguatan SDM industri harus terus kita akselerasi melalui pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kebutuhan industri, serta penguasaan teknologi digital,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (1/5), bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional.
Ia menjelaskan, Kemenperin melalui unit kerja di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) telah menyelenggarakan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi, termasuk penguatan kompetensi industri berbasis teknologi 4.0.
Baca Juga:
Danrem 042/Gapu Dorong Percepatan Pembangunan KDKMP di Kerinci
Program pendidikan vokasi tersebut dilaksanakan di 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 sekolah menengah kejuruan (SMK) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sepanjang 2025, unit pendidikan vokasi di bawah binaan Kemenperin telah menghasilkan sebanyak 5.472 lulusan dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri manufaktur.
Dalam rangka mencetak SDM unggul secara berkelanjutan, Kemenperin juga membuka pendaftaran Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) di seluruh unit pendidikan yang dikelolanya.
Selain itu, program pelatihan vokasi juga digelar di tujuh Balai Diklat Industri (BDI), mencakup pelatihan skilling, reskilling, dan upskilling, serta pelatihan berbasis kemitraan dengan sektor industri. Sepanjang 2025, BPSDMI telah melatih, mensertifikasi, dan menempatkan kerja sebanyak 1.362 peserta.
Kemenperin turut aktif mendukung program magang nasional guna mempercepat penyiapan tenaga kerja muda sebelum memasuki dunia industri. Sebanyak 3.969 calon tenaga kerja telah difasilitasi untuk mengikuti program magang di berbagai perusahaan industri dan instansi di lingkungan Kemenperin.
Tidak hanya menyiapkan tenaga kerja siap pakai, BPSDMI juga mendorong lahirnya wirausaha industri baru melalui program inkubator bisnis di BDI. Sepanjang tahun lalu, program ini berhasil membina 37 tenant bisnis yang tersebar di tujuh BDI.
Dari program tersebut, perusahaan rintisan yang dibina mampu menyerap 212 tenaga kerja baru serta mencatatkan total omzet mencapai Rp11,5 miliar.
Sejalan dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, BPSDMI melalui Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) juga menyelenggarakan berbagai pelatihan berbasis industri 4.0. Selain itu, pendampingan dan konsultasi transformasi digital diberikan kepada sejumlah perusahaan guna mempercepat adopsi teknologi di sektor industri.
Melalui berbagai program tersebut, Kemenperin optimistis penguatan SDM industri akan semakin memperkokoh daya saing manufaktur nasional di kancah global.
[Redaktur: Jupriadi]