Dalam jangka menengah, Kementerian PU turut memperkuat upaya rehabilitasi dan rekonstruksi melalui peningkatan alokasi anggaran. Pada sektor Bina Marga, anggaran meningkat sebesar Rp7,61 triliun, dari Rp14,29 triliun menjadi Rp21,90 triliun. Tambahan anggaran ini difokuskan untuk penanganan longsoran serta rehabilitasi dan rekonstruksi jalan nasional maupun daerah.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah melalui pendekatan build back better, yakni tidak hanya memulihkan infrastruktur yang rusak, tetapi juga meningkatkan ketahanan terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Baca Juga:
Kementerian PU Tuntaskan 10 Ruas IJD di Bali, Dukung Konektivitas Pangan dan Pariwisata
“Kita tidak hanya memperbaiki, tapi membangun kembali dengan standar yang lebih kuat agar ke depan lebih tahan terhadap bencana,” kata Dody.
Kementerian PU juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait guna memastikan penanganan bencana berjalan efektif. Koordinasi tersebut mencakup proses identifikasi, verifikasi, hingga penentuan prioritas penanganan di lapangan.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Kementerian PU optimistis pemulihan konektivitas di wilayah terdampak bencana dapat segera tuntas secara menyeluruh, sekaligus mendorong percepatan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Jembatan Manyar Lama Gresik Diganti, Tingkatkan Keselamatan dan Konektivitas
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.