Pada saat death cross muncul, pasar biasanya sudah melewati fase euforia dan mulai masuk fase realita. Narasi berubah: dari “semua akan naik” menjadi “kenapa harganya bisa turun sejauh ini.” Di titik seperti ini, sinyal yang kamu cari bukan sekadar arah, tetapi juga pemahaman tentang konteks. Apakah ini awal fase bearish panjang, atau hanya koreksi di tengah tren yang lebih besar?
Kunci untuk menjawabnya adalah
Struktur Death Cross: Kenapa Sering Muncul Saat Harga Sudah Turun?
Baca Juga:
Prabowo akan sampaikan “Prabowonomics”, Konsep Pemikiran Ekonomi Presiden Prabowo dan Hasil Konkret 1 Tahun di WEF Davos
Karena moving average adalah indikator lagging, ia bergerak setelah harga bergerak. Saat harga turun cepat, MA 50 biasanya lebih dulu menukik karena ia merespons periode yang lebih dekat. MA 200 bergerak lebih lambat karena menampung data lebih panjang. Ketika MA 50 akhirnya menembus MA 200, itu berarti penurunan sudah cukup lama atau cukup kuat sampai menekan rata-rata jangka panjang.
Di sinilah banyak orang keliru. Mereka melihat death cross, lalu panik seolah baru saja terjadi bencana. Padahal sering kali “bencananya” sudah berlangsung, dan death cross datang sebagai konfirmasi bahwa struktur tren sudah berubah. Kalau kamu memakainya dengan cara yang benar, death cross membantu kamu menghindari kebiasaan paling mahal: menyangkal perubahan tren dan terus memegang posisi tanpa rencana.
Tetapi bukan berarti death cross selalu berarti pasar akan terus jatuh. Crypto punya banyak fase sideways yang panjang, dan dalam fase seperti itu, perpotongan moving average bisa muncul lalu menghilang. Itulah mengapa perbandingan golden cross vs death cross penting: bukan hanya arah, tetapi juga cara membacanya.
Baca Juga:
PMN Jambi Matangkan Persiapan Pelantikan, Tegaskan Komitmen Media Profesional dan Berintegritas
Golden Cross vs Death Cross: Apa Perbedaannya?
Secara definisi, bedanya sederhana. Golden cross mengarah ke sinyal bullish, death cross mengarah ke sinyal bearish. Yang lebih penting adalah perbedaan konteks dan psikologi pasar di balik keduanya.
Golden cross sering lahir ketika pasar mulai percaya bahwa tekanan jual sudah menurun dan minat beli mulai konsisten. Biasanya ada fase pemulihan, lalu pasar membentuk struktur yang lebih rapi. Karena golden cross membutuhkan waktu, ia sering muncul setelah harga sudah bergerak naik dari titik terendah. Ini membuat sebagian orang merasa “telat.” Namun, keuntungannya adalah sinyal ini sering muncul saat tren mulai lebih stabil, bukan saat harga masih liar.