Kelemahan terbesar dari dua sinyal ini adalah keterlambatan. Golden cross sering muncul setelah harga naik cukup jauh dari titik rendah. Death cross sering muncul setelah harga turun cukup dalam dari titik tinggi. Ini membuat keduanya terasa seperti “datang belakangan.” Tetapi, lagi-lagi, itu sifat moving average.
Kelemahan kedua adalah false signal saat pasar sideways. Ketika harga bergerak mendatar, MA 50 dan MA 200 akan mendekat, lalu berpotongan berkali-kali. Kalau kamu mengikuti semua sinyal tanpa filter, kamu bisa masuk keluar berulang kali dan terkuras oleh biaya dan emosi.
Baca Juga:
Prabowo akan sampaikan “Prabowonomics”, Konsep Pemikiran Ekonomi Presiden Prabowo dan Hasil Konkret 1 Tahun di WEF Davos
Kelemahan ketiga adalah crossover tidak memberi petunjuk exit yang presisi. Kamu bisa saja masuk setelah golden cross, tetapi kapan keluar? Menunggu death cross sebagai exit sering membuat profit terpotong karena kamu menunggu terlalu lama. Karena itu, banyak trader menambahkan aturan exit lain, misalnya target berdasarkan level resistance, trailing stop, atau sinyal pelemahan momentum.
Di crypto, ada satu risiko tambahan yang sering dibahas: manipulasi. Pergerakan harga yang tajam bisa memicu perpotongan sementara, lalu harga berbalik. Ini bukan berarti indikatornya “jelek,” tetapi berarti kamu perlu menilai kualitas sinyal, bukan sekadar melihat bahwa garis sudah menyilang.
Kalau kamu menerima keterbatasan ini sejak awal, golden cross dan death cross tidak lagi terasa seperti jebakan. Mereka berubah menjadi alat pembaca struktur yang membuat keputusanmu lebih tertib.
Baca Juga:
PMN Jambi Matangkan Persiapan Pelantikan, Tegaskan Komitmen Media Profesional dan Berintegritas
Kesimpulan
Golden cross dan death cross bukan bahasa rahasia yang otomatis membuat kamu profit. Mereka adalah cara melihat perubahan tren lewat rata-rata pergerakan harga, dan sifatnya konfirmasi. Di crypto yang bergeraknya cepat, alat konfirmasi sangat berguna, asalkan kamu tidak memaksanya bekerja sendirian.
Kalau kamu ingin memakainya dengan tenang, perlakukan crossover sebagai sinyal untuk mengecek konteks: struktur harga, volume, timeframe, dan indikator pendamping. Dengan cara itu, kamu tidak mudah terseret emosi pasar, dan keputusanmu punya alasan yang bisa kamu jelaskan. Dalam investasi kripto, kebiasaan membuat keputusan yang bisa dipertanggungjawabkan sering lebih berharga daripada mencoba selalu benar.