WAHANANEWS.CO, Jakarta - Industri tekstil dan produk dari tekstil, termasuk sepatu atau alas kaki beberapa waktu terakhir sempat dianggap sunset industry di Indonesia, karena tergerus banjirnya barang impor murah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, anggapan ini yang membuat industri tekstil di Indonesia kerap sulit mendapatkan pembiayaan atau kredit dari perbankan. Termasuk pembiayaan sebatas untuk peremajaan mesin.
Baca Juga:
Kemenperin Permudah Industri Kecil Raih Sertifikat TKDN
"Karena dianggap sunset industry, dia susah sekali dapat pinjaman ke bank," kata Purbaya di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, dikutip Kamis (7/5/2026) melansir CNBC Indonesia.
Oleh sebab itu, menjanjikan kredit murah bagi industri tekstil, sepatu, hingga manufaktur lain yang berorientasi ekspor untuk peremajaan mesin.
Kredit murah ini ia tegaskan akan disediakan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank, dan sektornya akan dikoordinasikan dengan Kementerian Perindustrian.
Baca Juga:
Danrem 042/Gapu Dorong Percepatan Pembangunan KDKMP di Kerinci
"Makanya saya tadi pakai LPEI, kita sudah ketemu dengan perusahaan tekstil atau asosiasi itu, dan kita akan menjalankan dalam waktu enggak terlalu lama," paparnya.
Purbaya mengaku sudah mengadakan pertemuan dengan pelaku industri tekstil dan produk dari tekstil untuk pemberian fasilitas kredit murah ini. Maka, ia percaya diri untuk menyodorkan fasilitas ini kepada LPEI supaya peremajaan mesin bisa dilakukan.
"Yang perlu peremajaan mesin nanti dipastikan bisa dapat akses ke bunga yang lebih rendah atau bunga yang LPEI 6% kalau enggak salah. Kalau perlu kita turunkan, kita turunkan," tutur Purbaya.