“Rumah tangga mungkin bisa mulai memikirkan jenis ikan apa yang mereka sukai atau jenis protein nabati apa yang ingin mereka tambahkan ke dalam menu makanan,” ujar Mikhail.
Di tengah situasi tersebut, sejumlah negara memilih memperkuat konsumsi produk lokal untuk mengurangi tekanan biaya dan risiko pasokan dari luar negeri.
Baca Juga:
Jangan Terlewat, Seleksi Anggota Badan Supervisi OJK Dibuka Sampai 12 Juni 2026
Malaysia melalui Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup juga mendorong Kempen Beli Barangan Malaysia atau Jom Beli Lokal agar masyarakat lebih banyak mendukung produsen dalam negeri.
Program tersebut terlihat di berbagai gerai ritel dan platform e-commerce dengan nilai penjualan yang dilaporkan mencapai ratusan juta ringgit sehingga dinilai ikut menopang usaha mikro dan kecil.
Mikhail menilai membeli produk lokal dapat membantu meredam sebagian tekanan karena masyarakat ikut memperkuat permintaan domestik.
Baca Juga:
WhatsApp Siapkan Fitur Baru, Pesan Penipuan Bakal Langsung Kena Peringatan
Namun, ia mengingatkan bahwa langkah tersebut tidak boleh dianggap sebagai solusi utama karena Malaysia tetap terhubung dengan rantai pasok global untuk kebutuhan penting seperti bahan bakar, mesin, dan logistik.
“Saya pikir membeli produk lokal bisa berpengaruh, tetapi dengan catatan pengaruhnya lebih terasa di bagian tepi, bukan sebagai respons strategis utama terhadap krisis ini,” kata Mikhail.
Ia memberi contoh bahwa produk seperti ayam kampung atau ikan lokal dapat menjadi pilihan yang lebih tahan terhadap guncangan global apabila seluruh rantai pasoknya benar-benar berasal dari dalam negeri.