“Karena pekerja Malaysia menerima bagian pendapatan nasional yang stagnan dan jauh lebih kecil dibandingkan negara maju, keluarga biasa sebenarnya sudah sangat berhemat hanya untuk menutup pengeluaran bulanan dasar dan memenuhi kebutuhan gizi minimal,” kata Indrani.
Ia menilai pemangkasan belanja kini menjadi kebutuhan matematis karena harga bahan bakar memiliki efek berantai terhadap hampir seluruh produk ritel.
Baca Juga:
Jangan Terlewat, Seleksi Anggota Badan Supervisi OJK Dibuka Sampai 12 Juni 2026
“Data membuktikan bahwa pemangkasan pengeluaran merupakan kebutuhan matematis karena bahan bakar berfungsi sebagai pengali universal bagi seluruh produk ritel turunannya, sehingga restrukturisasi anggaran segera menjadi satu-satunya mekanisme yang tersedia bagi warga biasa untuk menjaga keuangan rumah tangga tetap bertahan,” ujar Indrani.
Indrani juga mendorong adanya pembagian strategi yang jernih antara upaya mengelola ekspektasi konsumen dan penyesuaian kebijakan industri lokal.
Ia menilai pembagian yang strategis dan jernih perlu dibangun untuk mengelola ekspektasi konsumen sekaligus mendorong penyesuaian kebijakan industri lokal.
Baca Juga:
WhatsApp Siapkan Fitur Baru, Pesan Penipuan Bakal Langsung Kena Peringatan
Menurut Indrani, konsumen dapat segera mengalihkan pola konsumsi ke unggas lokal, produk akuakultur, dan hasil pertanian musiman dalam negeri.
Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap pengiriman internasional sekaligus memperkuat ekosistem pertanian domestik.
Ia juga menyarankan peralihan dari produk berbasis gandum impor ke beras lokal dan berbagai produk turunan berbasis beras yang digiling di dalam negeri.