Namun, para ahli mengingatkan bahwa penyesuaian di tingkat rumah tangga tidak akan cukup untuk menyelesaikan persoalan yang lebih besar.
Ferlito menilai membeli produk lokal memang dapat mengurangi sebagian paparan biaya transportasi, tetapi produksi lokal tetap membutuhkan bahan bakar, mesin impor, pakan, kemasan, pupuk, dan jaringan logistik.
Baca Juga:
KAI Kecam Ucapan Kasar Advokat ke Wartawan, Kak Mia: Officium Nobile Wajib Jaga Etika
“Bahayanya adalah pemerintah dapat mengalihkan tanggung jawab kepada konsumen sambil menghindari reformasi yang lebih sulit,” kata Ferlito.
Mikhail juga menegaskan bahwa persoalan gangguan pasokan dan kenaikan biaya hidup bukan masalah yang bisa diselesaikan hanya oleh rumah tangga.
Indrani menambahkan bahwa banyak keluarga berpendapatan rendah dan menengah sebenarnya sudah tidak memiliki ruang besar untuk menanggung kenaikan biaya hidup tambahan.
Baca Juga:
Garuda Pimpin Holding Maskapai BUMN, Danantara Ingin Kuasai Pangsa Pasar Penerbangan
Sebagian besar pengeluaran kelompok tersebut telah terserap untuk kebutuhan pokok seperti tempat tinggal, transportasi, pendidikan, dan makanan.
“Pengetatan ikat pinggang mengandaikan adanya pengeluaran diskresioner yang masih bisa dipangkas ketika masa sulit datang,” kata Indrani.
Ia menilai imbauan berhemat sering kali mengabaikan kenyataan bahwa banyak rumah tangga sudah menggunakan hampir seluruh pendapatannya untuk kewajiban yang sulit dikurangi.