“Misalnya, di sebuah negara, bisa dibayangkan ayam kampung memiliki pakan ayam yang ditanam secara domestik, lalu ada ikan lokal yang juga dibudidayakan di dalam negeri sehingga seluruh rantai pasoknya benar-benar domestik,” ujar Mikhail.
Meski demikian, Mikhail tetap menilai dampak membeli produk lokal masih bersifat terbatas apabila dibandingkan dengan kebutuhan reformasi rantai pasok yang lebih besar.
Baca Juga:
Jangan Terlewat, Seleksi Anggota Badan Supervisi OJK Dibuka Sampai 12 Juni 2026
“Jadi itu contoh yang bagus, membeli produk lokal bisa berjalan, tetapi saya tetap menganggapnya sebagai langkah tambahan, bukan sebagai respons strategis utama terhadap situasi kita saat ini,” katanya.
Dalam jangka panjang, ia menilai Malaysia perlu memperkuat rantai pasok domestik agar tidak terlalu bergantung pada bahan baku impor.
Salah satu tantangan yang disebut Mikhail adalah pakan ternak seperti kedelai dan jagung yang selama ini tidak tumbuh secara alami dalam jumlah besar di Malaysia.
Baca Juga:
WhatsApp Siapkan Fitur Baru, Pesan Penipuan Bakal Langsung Kena Peringatan
Karena itu, ia menilai perlu ada riset untuk menemukan cara baru dalam memberi pakan ayam dan mendukung sektor peternakan domestik.
Indrani dari Fomca menilai ajakan membeli produk lokal dan mengurangi belanja yang tidak perlu kini bukan lagi sekadar slogan ramah lingkungan atau patriotik.
Menurutnya, langkah tersebut telah berubah menjadi kebutuhan ekonomi bagi banyak keluarga yang sedang menghadapi tekanan biaya hidup.