“Tujuannya bukan panik, melainkan berhati-hati,” kata Ferlito.
Bagi rumah tangga, sikap hati-hati itu dapat diterjemahkan melalui langkah sederhana seperti menggabungkan beberapa urusan dalam satu perjalanan, mengurangi perjalanan yang tidak penting, lebih teliti membandingkan harga, dan menghindari utang konsumtif yang berlebihan.
Baca Juga:
KAI Kecam Ucapan Kasar Advokat ke Wartawan, Kak Mia: Officium Nobile Wajib Jaga Etika
Yeah juga menyarankan masyarakat mengurangi penggunaan bahan bakar dengan berbagi kendaraan, memanfaatkan transportasi umum, atau memilih alternatif yang lebih murah apabila tersedia.
Langkah kecil tersebut dinilai bisa membantu menahan tekanan biaya hidup karena bahan bakar berperan besar dalam mendorong harga berbagai barang dan jasa.
Analis senior South-East Asian Futures Initiative Centre Dr Mikhail Rosli menambahkan bahwa rumah tangga juga dapat mulai mendiversifikasi pilihan makanan sehari-hari.
Baca Juga:
Garuda Pimpin Holding Maskapai BUMN, Danantara Ingin Kuasai Pangsa Pasar Penerbangan
Menurut Mikhail, gangguan yang berkaitan dengan kawasan Teluk dapat berdampak pada sejumlah komoditas pangan seperti ayam dan daging merah.
“Banyak paparan dari kawasan Teluk akan memengaruhi komoditas seperti ayam dan daging merah,” kata Mikhail.
Ia menyarankan masyarakat mulai mempertimbangkan sumber protein lain apabila harga komoditas tertentu mulai bergerak naik.