Selain itu, BPKN juga mengingatkan operator transportasi publik untuk bersiap menghadapi potensi peningkatan jumlah penumpang jika masyarakat mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
“Operator transportasi publik harus bersiap jika terjadi lonjakan pengguna. Ada kemungkinan terjadi shifting dari transportasi pribadi ke transportasi publik sebagai bentuk efisiensi penggunaan energi,” jelas Mufti.
Baca Juga:
Sepuluh Catatan Kritis "Hari Konsumen Nasional"
Di sisi lain, BPKN juga meminta PT Pertamina (Persero) untuk memastikan distribusi BBM tetap lancar di seluruh wilayah, terutama menjelang periode arus mudik Lebaran.
“Pertamina harus segera memastikan stok BBM di jalur-jalur mudik mencukupi sehingga masyarakat tidak khawatir dan tidak terjadi antrean panjang di SPBU,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, sebelumnya juga menegaskan bahwa stok energi nasional masih dalam kondisi aman dan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global yang dapat memengaruhi pasokan energi.
Baca Juga:
Patra Logistik Luncurkan Road Traffic Controller untuk Perkuat Kendali Distribusi BBM dan LPG di Jatim
Hal senada disampaikan pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, yang menilai panic buying justru berpotensi menimbulkan gangguan distribusi BBM di lapangan.
“Jika masyarakat membeli secara berlebihan, maka distribusi yang sebenarnya cukup bisa menjadi terganggu,” ujarnya.
Karena itu, berbagai pihak berharap masyarakat tetap tenang dan menggunakan energi secara bijak agar stabilitas pasokan BBM nasional tetap terjaga.