WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kesadaran konsumen terhadap kesehatan kulit terus meningkat seiring berkembangnya tren perawatan kulit yang kini lebih banyak ditentukan oleh kandungan, formulasi, dan efektivitas produk, Selasa (9/6/2026).
Jika beberapa tahun lalu tren kecantikan banyak dipengaruhi produk viral atau rekomendasi media sosial, konsumen saat ini semakin cermat membaca bahan aktif dan mempertimbangkan dasar ilmiah sebelum membeli skincare.
Baca Juga:
GIBAS Jaya Karawang Desak DLH Jabar Publikasikan Hasil Uji Limbah Sungai Kutanegara Ciampel
Perubahan perilaku tersebut ikut mendorong popularitas konsep clinic-inspired skincare, yakni produk perawatan kulit yang menghadirkan pengalaman serta manfaat yang terinspirasi dari perawatan dermatologi dan estetika di klinik kecantikan.
Melalui konsep ini, konsumen dapat memasukkan bahan aktif yang sebelumnya lekat dengan perawatan profesional ke dalam rutinitas harian di rumah.
Salah satu bahan aktif yang belakangan menjadi perhatian industri kecantikan adalah PDRN atau Polydeoxyribonucleotide.
Baca Juga:
PLN Pasok Listrik Jumbo 2x725 MVA untuk Data Center Digital Edge, Ambisi AI Indonesia Makin Serius
PDRN dikenal luas di Korea Selatan dan banyak digunakan dalam berbagai perawatan kulit karena dinilai mampu membantu mendukung proses regenerasi serta pemulihan kulit.
PDRN merupakan fragmen DNA yang berperan sebagai blueprint dalam pembentukan berbagai komponen penting kulit, termasuk kolagen, elastin, dan keratin.
Kandungan tersebut dinilai dapat membantu menjaga elastisitas kulit, meningkatkan hidrasi, serta mendukung kesehatan kulit secara menyeluruh.
Meningkatnya minat terhadap bahan aktif berbasis sains juga terlihat dari semakin banyaknya brand yang menghadirkan inovasi berbasis PDRN.
Salah satunya adalah COSRX yang memperkenalkan rangkaian COSRX 5 PDRN Series di Indonesia dalam rangka perayaan delapan tahun kehadirannya di pasar Tanah Air.
Rangkaian tersebut mengusung konsep K-Clinic At-Home yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman perawatan kulit ala klinik Korea dan dapat dilakukan secara mandiri di rumah.
Kehadiran produk ini juga menjadi respons terhadap meningkatnya minat masyarakat terhadap Korean aesthetic treatment dan produk skincare berbasis bahan aktif.
Brand Representative COSRX Indonesia, Audesya Rossyora, mengatakan konsumen Indonesia kini semakin kritis dalam memilih produk perawatan kulit.
Menurutnya, konsumen tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mulai mempertimbangkan efektivitas kandungan serta bukti ilmiah yang mendukung suatu produk.
“Kami melihat konsumen Indonesia kini semakin mindful dalam memilih skincare,” ujar Audesya.
Ia menjelaskan bahwa konsumen saat ini membutuhkan informasi produk yang lebih jelas agar dapat mengambil keputusan pembelian secara lebih tepat.
“Mereka tidak hanya mencari produk yang sedang tren, tetapi juga memperhatikan efektivitas produk, kandungan aktif, hingga bukti klinis sebelum membeli,” ujar Audesya.
Melalui 5 PDRN Series, COSRX ingin menghadirkan produk clinic-inspired skincare yang didukung formulasi berbasis sains.
“Melalui 5 PDRN Series, COSRX ingin menghadirkan clinic-inspired skincare yang didukung formulasi berbasis science-backed formulation, serta membantu konsumen membuat keputusan yang lebih tepat melalui informasi produk yang transparan,” ujar Audesya.
Menariknya, COSRX mengembangkan pendekatan berbeda dibandingkan formulasi PDRN pada umumnya.
Jika sebagian besar produk hanya menggunakan satu sumber PDRN, rangkaian ini memadukan lima jenis PDRN dari sumber berbeda.
Kelima sumber tersebut terdiri atas salmon-derived PDRN, centella-derived PDRN, rice-derived PDRN, green caviar-derived PDRN, dan lactobacillus-derived PDRN.
Kombinasi itu dirancang untuk membantu mendukung berbagai kebutuhan kulit secara bersamaan, mulai dari hidrasi, perbaikan skin barrier, hingga menjaga elastisitas kulit.
Dokter sekaligus edukator skincare, dr. Claudia Christin, menjelaskan bahwa PDRN menjadi salah satu bahan aktif yang menarik perhatian karena potensinya dalam membantu proses regenerasi dan pemulihan kulit.
Menurut dr. Claudia, kandungan tersebut relevan untuk kulit yang mulai menunjukkan tanda penuaan maupun mengalami gangguan skin barrier.
“PDRN dikenal dapat membantu mendukung proses cell regeneration dan skin recovery,” jelas dr. Claudia.
Ia menyebut PDRN dapat membantu mengatasi sejumlah persoalan kulit yang kerap dialami konsumen.
“Sehingga relevan untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan kulit seperti tampilan garis halus, kulit kusam, berkurangnya elastisitas, hingga skin barrier yang melemah,” jelas dr. Claudia.
Menurut dr. Claudia, masing-masing sumber PDRN memiliki karakteristik manfaat yang berbeda.
Salmon-derived PDRN dikenal dapat membantu mendukung proses well-aging, sedangkan centella-derived PDRN memiliki efek menenangkan pada kulit.
Rice-derived PDRN dinilai membantu memberikan tampilan kulit lebih bercahaya, sementara lactobacillus-derived PDRN mendukung keseimbangan mikrobiome kulit.
Green caviar-derived PDRN berperan dalam membantu menjaga hidrasi kulit agar tampak lebih sehat dan terawat.
“Dengan kombinasi lima sumber PDRN tersebut, manfaat yang diberikan menjadi lebih menyeluruh,” tambah dr. Claudia.
Ia menilai kombinasi lima sumber PDRN dapat memberikan dukungan perawatan yang lebih lengkap bila digunakan secara rutin.
“Mulai dari soothing, hydration, firming, hingga mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan dengan penggunaan rutin,” tambah dr. Claudia.
Selain mengandalkan Advanced 5 PDRN Complex sebagai kandungan utama, rangkaian terbaru ini juga diperkaya berbagai bahan pendukung.
Bahan pendukung tersebut dirancang untuk membantu menjaga skin barrier, mendukung proses pemulihan kulit, serta membuat kulit tampak lebih sehat dan terawat.
Rangkaian COSRX 5 PDRN Series terdiri dari 5 PDRN Toner, 5 PDRN Serum, dan 5 PDRN Hydrogel Eye Patch.
Produk tersebut mulai tersedia di Indonesia melalui berbagai kanal penjualan daring maupun ritel kecantikan.
Di tengah meningkatnya minat terhadap skincare berbasis bahan aktif dan pendekatan yang lebih ilmiah, tren clinic-inspired skincare diperkirakan akan terus berkembang.
Konsumen kini tidak lagi sekadar mencari produk yang menjanjikan hasil instan, tetapi juga solusi perawatan yang didukung formulasi jelas, transparan, dan relevan dengan kebutuhan kulit sehari-hari.
[Redaktur: Sandy]