Mendag Zulkifli Hasan melanjutkan, beberapa negara tujuan ekspor tekstil Indonesia juga mengalami pertumbuhan signifikan. Lima negara dengan kenaikan signifikan yakni Honduras yang naik 140 persen, Swedia (58,8 persen), Meksiko (49,1 persen), Bangladesh (naik 46,6 persen), dan Kanada (44,3 persen).
"Hal ini menunjukkan kinerja ekspor TPT Indonesia ke dunia terus mengalami peningkatan nilai dan mampu memanfaatkan peluang pasar dunia, khususnya negara tujuan ekspor nontradisional," kata Mendag Zulkifli Hasan.
Baca Juga:
11.000 Buruh Sritex di PHK, Noel: Jangan Sampai Perusahaan yang Masih Bisa Bangkit, Diputus Pailit
Mendag Zulkifli Hasan menambahkan, pemerintah akan terus mendukung pertumbuhan industri TPT secara holistic.
Di sektor hulu yaitu dengan mengevaluasi kebijakan perdagangan luar negeri yang lebih kondusif, diantaraya dengan membuka akses pasar ekspor baru melalui perluasan perjanjian dagang (PTA, FTA atau CEPA).
Sementara di sektor hilir antara lain dengan peningkatan promosi/misi dagang, menumbuhkembangkan industri fesyen, khususnya modest Fashion untuk menjadikan Indonesia sebagai trend Setter modest fashion dunia.
Baca Juga:
Noel Pastikan Kemenaker Akan Paling Depan Bela Hak Buruh PT Sritex Tbk yang Kena PHK
Mendag Zulkifli Hasan juga mengapresiasi PT Sritex beserta jajarannya yang terus mendorong peningkatan ekspor TPT Indonesia serta menjadi salah satu perusahaan tekstil yang aktif dalam melakukan kegiatan ekspor.
"Capaian kinerja perdagangan nasional tidak terlepas dari peran pelaku usaha Indonesia yang terus melakukan ekspor ke berbagai negara mitra dagang Indonesia sehingga mampu berkontribusi terhadap peningkatan nilai ekspor nonmigas nasional,” imbuh Mendag Zulkifli Hasan.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Sritex Iwan Setiawan mengungkapkan, PT Sritex adalah perusahaan tekstil yang telah terintegrasi vertikal yang memproduksi benang hingga pakaian jadi.