Sebaliknya, ia melihat situasi ini sebagai kesempatan untuk merefleksi dan memperbaiki strategi ekonomi nasional.
Ia mencontohkan bagaimana pada era Presiden ke-2, Soeharto, pemerintah mengeluarkan Inpres 1985 sebagai respons terhadap tantangan ekonomi kala itu.
Baca Juga:
Luhut Binsar Pandjaitan Klarifikasi Tuduhan Kepemilikan PT Toba Pulp Lestari
"Strategi negosiasi dengan AS dan kebijakan menghadapi dampak tarif ini telah kami siapkan. Kami telah berkoordinasi dengan Kemenko Perekonomian, kementerian terkait, serta asosiasi bisnis," katanya.
Lebih lanjut, Luhut menyebut bahwa Indonesia telah merancang proposal negosiasi tarif yang konkret dan dapat diimplementasikan.
Proposal ini disusun dengan mempertimbangkan kepentingan kedua belah pihak serta merespons isu yang diangkat oleh United States Trade Representative (USTR).
Baca Juga:
Sampe Purba Masuk Daftar, Prabowo Resmi Serahkan 16 Calon Anggota Dewan Energi Nasional ke DPR
Ia juga menuturkan bahwa komunikasi dengan Kantor Perwakilan Dagang AS telah dilakukan secara intensif dan menunjukkan titik terang dalam mencari solusi yang saling menguntungkan.
Sebagai langkah lanjutan, delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, akan bertemu dengan sejumlah pejabat Pemerintah AS pada 17 April 2025.
Delegasi ini mencakup perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, serta Dewan Ekonomi Nasional (DEN).