“Jangan sampai setelah dua tahun, mereka dilepas tanpa ekosistem pendukung yang kuat, karena ini investasi besar yang harus dijaga keberlanjutannya,” katanya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan program Kopdes Merah Putih memiliki potensi besar untuk dikaitkan dengan pengembangan kawasan ekonomi berbasis aglomerasi desa.
Baca Juga:
Viral! Warga Nganjuk Tolak Gerai Koperasi di Sawah, Sampaikan Pesan ke Presiden
“Kalau ini diintegrasikan dengan konsep aglomerasi, maka desa-desa bisa menjadi pusat pertumbuhan baru yang saling terhubung dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kota,” ujarnya.
Ia juga melihat skala rekrutmen yang mencapai puluhan ribu orang sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah serius membangun sistem ekonomi berbasis koperasi modern.
“Ini langkah besar, dan kalau dikelola dengan konsisten, dampaknya bisa sangat luas terhadap penciptaan lapangan kerja dan pemerataan ekonomi,” katanya.
Baca Juga:
Bioenergi Desa Berpotensi Jadi Tulang Punggung Listrik Nasional, ALPERKLINAS Dorong Sinergi PLN–Perbankan dan Kopdes
Sebelumnya, pemerintah menetapkan manajer Kopdes Merah Putih akan berstatus sebagai pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara selama dua tahun sebelum beralih menjadi pengelola koperasi, dengan total rekrutmen mencapai 30.000 formasi, serta tambahan 5.476 posisi untuk pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih.
[Redaktur: Mega Puspita]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.