WAHANANEWS.CO, Medan - Pulau Sumatera, sebagai salah satu pulau terbesar di Indonesia, terus menunjukkan kemajuan pesat dalam bidang infrastruktur. Salah satu pencapaiannya adalah pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.
Sejumlah mega proyek di Pulau Sumatera yang menelan anggaran ratusan triliun rupiah juga mencakup pembangunan Flyover Sitinjau Lauik di Sumatera Barat dan Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan.
Baca Juga:
Pencinta Kuliner, Ini 5 Ciri Khas Makanan dari Sumatera
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, berbagai proyek strategis ini dirancang untuk meningkatkan konektivitas, mendorong perekonomian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berikut adalah tujuh proyek besar di Pulau Sumatera dengan investasi fantastis, termasuk Tol Trans Sumatera dan Flyover Sitinjau Lauik di Sumatera Barat:
1. Jalan Tol Trans Sumatera
Proyek Jalan Tol Trans Sumatera menjadi salah satu infrastruktur terbesar di Indonesia. Menurut laporan Creative Hamdi di YouTube pada 18 Desember 2024, tol ini akan menghubungkan seluruh provinsi di Pulau Sumatera, mulai dari Lampung hingga Aceh, dengan panjang total mencapai 2.818 km.
Baca Juga:
Liburan Akhir Tahun, Kementerian PU Operasionalkan 196 Km Tol Baru di Jawa dan Sumatera
Progres: Saat ini, 965,65 km telah beroperasi, dan beberapa ruas lainnya ditargetkan selesai pada 2024.
Nilai Investasi: Ratusan triliun rupiah.
Manfaat: Mempercepat mobilitas, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lintas wilayah di Sumatera.
2. Flyover Sitinjau Lauik, Sumatera Barat
Flyover Sitinjau Lauik hadir sebagai jawaban atas tantangan medan ekstrem di kawasan Padang-Solok yang dikenal dengan tanjakan curam dan rawan kecelakaan.
Nilai Investasi: Rp4,8 triliun
Spesifikasi:
Panorama 1: Memiliki panjang 2,78 km dengan empat jembatan layang.
Panorama 2: Didukung penyesuaian aspek geometrik jalan demi keamanan.
Manfaat: Memperbaiki keamanan jalan, memperlancar arus transportasi, serta mengurangi risiko kecelakaan.
3. Bendungan Merangin, Jambi
Terletak di Sungai Batanghari, Kabupaten Merangin, Jambi, bendungan ini menjadi proyek vital untuk irigasi sekaligus solusi pengendalian banjir.
Nilai Investasi: Rp6 triliun
Fungsi Utama:
Menyediakan irigasi bagi lahan pertanian.
Menyumbang energi lewat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Mengendalikan banjir di kawasan sekitar.
4. Jembatan Batam-Bintan, Kepulauan Riau
Dirancang untuk menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Bintan, jembatan ini bertujuan mempercepat konektivitas dan efisiensi logistik di Kepulauan Riau.
Panjang Jembatan: 14,753 km
Nilai Investasi: Rp14,74 triliun
Manfaat:
Mengurangi biaya logistik antar-pulau.
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Kepulauan Riau.
Mempermudah mobilitas masyarakat dan industri.
5. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bandar Lampung
Proyek SPAM ini dirancang untuk memastikan akses air bersih bagi warga Kota Bandar Lampung.
Nilai Investasi: Rp1,2 triliun
Kapasitas: Memenuhi kebutuhan 60.000 sambungan rumah tangga atau sekitar 300.000 jiwa.
Sumber Air: Sungai Way Sekampung dengan kapasitas 825 liter per detik.
Peresmian: 27 November 2020.
6. Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan
LRT Sumatera Selatan menjadi moda transportasi modern yang mendukung mobilitas masyarakat di Palembang dan sekitarnya.
Nilai Investasi: Rp1,5 triliun
Kapasitas Angkut: Mulai dari 3.000 penumpang per hari hingga 10.000 di akhir pekan.
Manfaat: Mengurangi kemacetan sekaligus menjadi transportasi ramah lingkungan di Sumatera Selatan.
7. Jembatan Selat Sunda
Proyek ambisius ini dirancang untuk menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatera melalui jembatan sepanjang 29 km.
Nilai Investasi: Rp100 triliun
Status: Meski sempat terhenti sejak 2014, proyek ini masih menjadi wacana besar dan simbol penting konektivitas nasional.
Manfaat: Mempercepat mobilitas antar-pulau, menurunkan biaya transportasi, serta mendorong perekonomian Indonesia.
Pulau Sumatera terus menunjukkan transformasi besar dalam pembangunan infrastruktur dengan kehadiran tujuh mega proyek ini.
Tidak hanya memperbaiki konektivitas, proyek-proyek ini juga diharapkan mendorong pemerataan pembangunan dan perekonomian, menjadikan Sumatera sebagai pusat kemajuan di masa depan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]