“Umumnya penyakit pada tanaman lidah buaya adalah busuk lunak dan busuk pelepah daun. Pontianak merupakan lahan gambut untuk budidaya lidah buaya dengan ketinggian lahan 0-10 mdpl, memiliki PH tanah yang rendah serta suhu udaranya 34-36 derajat,” ujar Peneliti Muda BPTP Kalimantan Barat, Sution.
Sution menerangkan, penyinaran matahari juga sangat mempengaruhi pertumbuhan lidah buaya. Penyinaran yang tinggi akan membuat tanaman lidah buaya tumbuh dengan baik.
Baca Juga:
Kasus Korupsi Tata Kelola Sawit, Jaksa Agung Sebut Ada Pejabat KLHK yang Terjerat
“Salah satu keberhasilan lidah buaya yang perlu disiapkan yaitu benih unggul dengan usia tanaman yang lebih dari 1 tahun. Secara fisik, benihnya harus sehat dan tidak cacat. Untuk anakan minimal 10 cm dan umurnya 1 hingga 2 bulan dengan warna pelepah hijau dan akarnya yang baik,” terang Sution.
Lebih lanjut Sution menerangkan, persiapan lahan biasanya dilakukan penebasan lahan karena lahan di pontianak merupakan lahan gambut.
Pembuatan bedengan sekitar 1 meter atau menyesuaikan luas lahan. Agar lahan tidak tergenang maka dibuat saluran drainase kemudian memberikan pupuk abu.
Baca Juga:
Permudah Akses Masyarakat Menuju Areal Pertanian, Pemdes Simanosor Bangun Jalan Sepanjang 2,4 KM
“Setelah lahan siap, dilakukan penanaman yang pada pagi atau sore dengan jarak tanaman yaitu sekitar 80×100 cm. Lalu buat lubang tanah berukuran 5×5 cm dan tambahkan pupuk. Pupuk dasar yang biasa digunakan yaitu pupuk organik (urea dan kcl). Untuk pemeliharaannya bisa dilakukan secara sederhana semisal mencabuti gulma dan rumput sekitar,” lanjut Sution.
Lebih lanjut Sution menerangkan, ada beberapa penyakit utama lidah buaya seperti penyakit lunak yang disebabkan oleh pectobacterium dan penyakit busuk pelepah daun yang disebabkan oleh sclerotium.
Selanjutnya, panen biasanya dilakukan pada umur 8 sampai 12 bulan.