WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) terus menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif, setara, dan ramah bagi perempuan.
Upaya ini dilakukan agar para perempuan memiliki kesempatan yang luas untuk berkarya, berkembang, serta berkontribusi aktif dalam mendorong kemajuan sektor energi nasional yang semakin dinamis.
Baca Juga:
Jelang Mudik Idulfitri 1447 H, PLN Ingatkan Pentingnya Cek Listrik Sebelum Tinggalkan Rumah
Komitmen tersebut terlihat jelas dalam peringatan International Women’s Day yang diselenggarakan di Kantor Pusat PLN, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran perempuan dalam dunia kerja, khususnya di sektor kelistrikan yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki.
Psikolog sekaligus Guru Besar Tetap Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim, memberikan apresiasi atas langkah PLN dalam menciptakan lingkungan kerja yang women friendly.
Baca Juga:
PLN dan Pemkab Sumenep Kerja Sama Kembangkan PLTS 2 MW untuk Terangi Wilayah Kepulauan
Menurutnya, kondisi tersebut sangat penting untuk mendukung perempuan agar mampu berkembang secara profesional tanpa harus mengabaikan peran mereka di lingkungan keluarga.
“Lingkungan kerja yang mendukung dan support dari keluarga membuat perempuan lebih percaya diri, produktif, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi organisasi maupun masyarakat,” ujar Rose Mini.
Sementara itu, Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri, menyampaikan bahwa peringatan International Women’s Day menjadi pengingat penting akan perlunya membuka ruang yang setara bagi perempuan.
Hal ini mencakup kesempatan untuk berkontribusi secara optimal hingga mengambil peran strategis dalam berbagai lini pekerjaan, termasuk di sektor energi kelistrikan.
“Di sektor energi kelistrikan seperti di PLN, semakin banyak perempuan yang hadir sebagai profesional kompeten, memimpin tim, hingga mengelola proyek-proyek strategis yang mendukung penyediaan listrik andal bagi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan sektor energi di Indonesia,” ujar Arsyadany.
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, PLN terus menghadirkan beragam program pemberdayaan perempuan di lingkungan internal perusahaan.
Program-program tersebut meliputi pengembangan kepemimpinan, mentoring, hingga penyediaan ruang kolaborasi yang mendorong lahirnya inovasi dari para pegawai perempuan.
“Kami ingin semakin banyak perempuan di PLN yang mampu menginspirasi lingkungan sekitarnya. Ketika perempuan diberi ruang untuk bertumbuh, yang tumbuh bukan hanya dirinya, tetapi juga organisasi dan masa depan yang kita bangun bersama,” tutur Arsyadany.
Tidak hanya di internal perusahaan, PLN juga mendorong peran aktif perempuan dalam berbagai program berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).
Melalui inisiatif Community Development, keterlibatan perempuan diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas.
Sejumlah program telah dijalankan, mulai dari pengelolaan sampah, pemberdayaan ekonomi perempuan, hingga gerakan Srikandi Movement yang berkontribusi di bidang pendidikan, sosial, dan lingkungan.
Selain itu, terdapat pula program Desa Siaga Bencana yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko perubahan iklim dan potensi bencana.
“PLN ingin memastikan kehadiran perusahaan tidak hanya menyediakan listrik yang andal, tetapi juga menghadirkan dampak positif bagi masyarakat, termasuk melalui peran aktif para Srikandi,” tutup Arsyadany (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]