WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pakar Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi mengingatkan euforia Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos (Bobibos). jangan berlebihan.
Dia bilang, era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat gempar dengan temuan blue energy. Yakni, proses pembuatan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin yang berbahan baku air.
Baca Juga:
Gunung Ayli Gubbi di Ethiopia Aktif Setelah Tidur 12.000 Tahun, Pakar ITB Beri Warning
Cara sakti nan aneh bertajuk 'blue energy' itu, diklaim Joko Suprapto, warga Nganjuk, Jawa Timur sebagai temuannya.
Belakangan terungkap, konsep blue energy yang sempat membuat Staf Ahli SBY bernama Heru Lelono kepincut berat, tak lebih dari 'omon-omon'.
"Jangan sampai kejadian Blue Energy di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terulang kembali," kata Fahmy, Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Baca Juga:
Korem 042/Gapu Gelar Ziarah Rombongan Peringati Hari Juang TNI AD ke-80 di TMP Satria Bhakti
Fahmy benar. Konsep blue energy di era SBY, dianggap ide brilian. Di mana, air atau hidrogen diurai sedemikian rupa hingga menjadi base fuel.
“Sebelum lolos (uji) jangan buru-buru dijual karena akan memiliki dampak buruk terhadap masyarakat,” kata Fahmy.
Kalau benar, dia menilai, kehadiran Bobibos sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN) merupakan inovasi yang luar biasa. Pasalnya, pemerintah bisa memiliki bahan bakar yang murah dan bagus serta mampu mempercepat swasembada energi.