Selama masa kepemimpinannya, Paus Fransiskus dikenal sebagai pemimpin yang progresif, penuh empati, dan sangat peduli terhadap keadilan sosial.
Ia aktif memperjuangkan reformasi dalam tubuh Gereja, memperjuangkan perdamaian dunia, serta menjembatani perbedaan di tengah umat Katolik global.
Baca Juga:
Kisah Inna Tania dan Joni Trianto: Sehari Bersama Paus Fransiskus Meraup Omzet Rp150 Juta
Paus asal Argentina ini juga dikenal karena kepeduliannya terhadap isu lingkungan dan keberpihakan terhadap kelompok yang termarjinalkan.
Pemakaman Paus Fransiskus
Untuk penghormatan terakhir, Paus Fransiskus telah meninggalkan sejumlah permintaan khusus yang menunjukkan kesederhanaannya.
Baca Juga:
Paus Baru Tak Digaji, Vatikan Tanggung Semua Kebutuhan
Menurut Uskup Agung Diego Ravelli, Pemandu Upacara Apostolik, almarhum Paus menginginkan agar pemakamannya berlangsung secara sederhana dan lebih menekankan pada iman akan kebangkitan Kristus.
Upacara pemakaman akan dilangsungkan pada Kamis, 24 April 2025, di Basilika Santo Petrus, Vatikan, dan dipimpin oleh Kardinal Giovanni Battista Re, Dekan Kolese Kardinal.
Misa Requiem ini akan dihadiri oleh para pemimpin agama dan kepala negara dari berbagai belahan dunia.