WahanaNews.co | Pemerintah terus mendorong program industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dengan menerbitkan kebijakan berupa insentif PPnBM dan DP minimum untuk konsumen 0%.
Pemerintah juga menetapkan insentif lainnya untuk mendorong penggunaan KBLBB yaitu pajak daerahnya maksimum 10% dan tingkat bunga yang rendah.
Baca Juga:
Pemerintah Pastikan Pasokan BBM, LPG hingga Listrik Aman dan Lancar Selama Idulfitri 2025
Untuk mendorong pengembangan industri ini pemerintah juga menetapkan tarif khusus Bea Masuk 0%, untuk kendaraan bermotor yang diimpor dalam kondisi tidak utuh dan tidak lengkap (Incompletely Knocked Down/IKD) melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-13/MK.010/2022. KBLBB IKD yang belum lengkap itu nantinya dipenuhi dengan menggunakan komponen yang dihasilkan produsen dalam negeri.
"Insentif ini akan membuat industri KBLBB semakin berkembang, karena akan meringankan biaya produksi sehingga harga kendaraannya semakin terjangkau bagi masyarakat," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, Sabtu (26/2/2022).
Saat ini pemerintah juga sudah merencanakan perkembangan industri otomototif pada tahun 2020-2030. Pada jangka waktu tersebut, pemerintah berfokus untuk mengembangkan kendaraan listrik dan komponen utamanya seperti baterai, motor listrik dan konverter.
Baca Juga:
Desa Sidorekso Kudus Percontohan Pengolahan Sampah Plastik Jadi BBM
Pada tahun 2035, Indonesia menargetkan ada 1 juta lebih kendaraan listrik roda empat dan 3,22 juta kendaraan listrik roda dua.
Dengan target tersebut, pemerintah memperkirakan penggunaan BBM untuk kendaraan roda empat menjadi lebih hemat, yaitu mencapai 12,5 juta barel dan mengurangi 4,6 juta ton CO2. Lalu untuk kendaraan roda dua lebih hemat 4 juta barel BBM dan 1,4 juta ton CO2.
Inisiatif akan Bea Masuk yang 0% juga masuk dalam kebijakan KBLBB sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) No. 55 tahun 2019.
"Dengan berbagai insentif yang sudah berjalan, insentif Bea Masuk 0% diharapkan semakin mempercepat terealisasinya penggunaan kendaraan ramah lingkungan yang lebih masif," imbuh Febrio.
Pada tahun 2035, Indonesia menargetkan ada 1 juta lebih kendaraan listrik roda empat dan 3,22 juta kendaraan listrik roda dua.
Dengan target tersebut, pemerintah memperkirakan penggunaan BBM untuk kendaraan roda empat menjadi lebih hemat, yaitu mencapai 12,5 juta barel dan mengurangi 4,6 juta ton CO2. Lalu untuk kendaraan roda dua lebih hemat 4 juta barel BBM dan 1,4 juta ton CO2.
Inisiatif akan Bea Masuk yang 0% juga masuk dalam kebijakan KBLBB sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) No. 55 tahun 2019.
"Dengan berbagai insentif yang sudah berjalan, insentif Bea Masuk 0% diharapkan semakin mempercepat terealisasinya penggunaan kendaraan ramah lingkungan yang lebih masif," imbuh Febrio. [qnt]