Pasar modal pun diharapkan dapat memainkan peran strategis dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Pemerintah juga mendorong peningkatan aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO) seiring membaiknya kondisi pasar.
Di sisi lain, Pemerintah terus memperluas akses pasar melalui berbagai kerja sama internasional, termasuk penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Upaya percepatan investasi juga dilakukan melalui langkah debottlenecking lintas kementerian dan lembaga.
Baca Juga:
Pemerintah Perkuat Intermediasi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
Reformasi di sektor pasar modal yang telah dilakukan juga mendapat respons positif dari lembaga global seperti MSCI dan FTSE Russell.
Airlangga turut mengapresiasi peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) sebagai Self-Regulatory Organizations (SRO) yang terus memperkuat ekosistem pasar modal nasional.
Program PINTAR Reksa Dana diharapkan menjadi katalis dalam memperdalam pasar keuangan Indonesia sekaligus memperluas inklusi investasi yang berkelanjutan dan berdaya saing global. Ke depan, pengembangan pasar modal juga akan diarahkan untuk menjangkau generasi muda yang kini mendominasi jumlah investor, sehingga dapat menjadi penopang stabilitas pasar dalam jangka panjang.
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.