Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Jumardi, mengatakan pemerintah saat ini juga tengah membangun Flyover dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pusdikpom di Kota Cimahi dengan nilai kontrak sebesar Rp79,19 miliar melalui skema Multi Years Contract (MYC).
"Pembangunan ini sangat mendesak untuk mendukung kelancaran perjalanan kereta api, khususnya Feeder Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) dan kereta lokal pada lintas Padalarang–Bandung," kata Jumardi.
Baca Juga:
Proyek Tol Terpanjang RI Jadi Korban, Gegara Kementerian PU Kurang Anggaran Rp88 Miliar
Menurutnya, pembangunan flyover merupakan solusi permanen untuk menghilangkan perlintasan sebidang yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Sementara untuk jangka pendek, Kementerian Perhubungan tetap melakukan pengamanan melalui penjagaan perlintasan menggunakan anggaran pengelolaan aset negara.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, terlepas dari status kewenangan jalan yang melintasi perlintasan kereta api.
Ia menyoroti rencana pembangunan Underpass Gatot Subroto di Kota Cimahi yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurut Ridwan, pemerintah pusat perlu memberikan dukungan koordinasi dan pengawalan anggaran agar proyek tersebut dapat segera direalisasikan mengingat tingginya tingkat kemacetan dan meningkatnya frekuensi perjalanan kereta cepat.
Baca Juga:
Sambut Libur Nataru 2026/2027, 10 Jalan Tol Baru RI Bakal Berfungsi!
"Meskipun statusnya jalan provinsi, jika kondisi kemacetan sudah parah dan mengancam keselamatan masyarakat, pemerintah pusat harus hadir untuk mendukung percepatan penyelesaiannya," ujar Ridwan.
Komisi V DPR RI menyatakan akan terus mendorong dukungan anggaran terhadap pembangunan infrastruktur perlintasan sebidang yang menjadi prioritas nasional. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPR RI diharapkan mampu mempercepat penyelesaian proyek-proyek strategis sekaligus mendukung terwujudnya target Zero Accident pada sektor perkeretaapian.
Jika diinginkan, narasi ini juga dapat disesuaikan lebih dekat dengan gaya redaksional Kompas.com yang lebih humanis, menggunakan lead yang lebih kuat, serta kutipan yang lebih selektif dan mengalir.