WAHANANEWS.CO, Jakarta - Proses pemulihan kelistrikan pascabanjir besar di Kabupaten Aceh Tamiang telah mencapai 98 persen.
Di tengah percepatan tersebut, PLN menegaskan bahwa aspek keselamatan warga menjadi prioritas utama, terutama saat penormalan sambungan listrik langsung ke rumah pelanggan.
Baca Juga:
Apel Penyalaan Serentak 1.400 Pelanggan, PLN UID Jakarta Raya Pastikan Ramadan Terang dan Lebaran Tenang
PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kualasimpang saat ini memfokuskan pekerjaan pada pengecekan dan penormalan instalasi di sisi pelanggan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan rumah warga benar-benar aman sebelum kembali dialiri listrik, mengingat banyak bangunan yang masih basah dan tertutup lumpur sisa banjir.
Manager PLN ULP Kualasimpang, Fadli Agustian, mengatakan bahwa PLN tidak ingin pemulihan kelistrikan justru menimbulkan risiko baru bagi masyarakat.
Baca Juga:
Perkuat Literasi Energi Nasional, ALPERKLINAS Apresiasi PLN Journalist Awards 2025
Oleh karena itu, setiap sambungan APP atau kWh meter harus melalui proses screening yang ketat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyalakan listrik, terutama jika kondisi rumah masih basah atau berlumpur. Keselamatan adalah yang utama. Jangan sampai setelah banjir, muncul musibah baru seperti korsleting atau tersengat listrik,” ujar Fadli dalam keterangannya.
Untuk mempercepat sekaligus menjaga kualitas pemulihan, PLN menyiagakan 158 personel gabungan.