Ratusan personel terus bersiaga dan bekerja di lapangan guna memastikan proses mobilisasi material, konstruksi, dan pengamanan lokasi berjalan sesuai rencana dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja.
Yenti menambahkan, berdasarkan perencanaan teknis saat ini, pendirian Tower Emergency ditargetkan selesai pada 14 Juni 2026 apabila kondisi cuaca dan akses pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana.
Baca Juga:
Pangulu Bandar Betsy I Gerak Cepat Selesaikan Polemik Penyaluran BLT Warga
PLN memastikan seluruh personel di lapangan tetap siaga 24 jam serta terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat normalisasi sistem kelistrikan di Sumatera Utara.
"Seluruh personel bekerja secara maksimal selama 24 jam dengan mengedepankan keselamatan dan kualitas pekerjaan. Kami optimistis pendirian Tower Emergency dapat diselesaikan sesuai target sehingga proses normalisasi sistem kelistrikan dapat berjalan lebih cepat dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat segera pulih sepenuhnya," tambah Yenti.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak selama proses pemulihan sistem kelistrikan.
Baca Juga:
Diduga Mafia BBM Subsidi Masih Kebal Hukum, Ada Apa dengan Penanganan Kasus 4.000 Liter Solar Ilegal di Jambi?
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Saat ini manajemen beban masih dilakukan secara terukur di beberapa wilayah untuk menjaga keandalan sistem. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat, Pemerintah Daerah, serta TNI/Polri dalam percepatan pemulihan ini," tutup Yenti.
PLN mengimbau pelanggan untuk memantau perkembangan terkini proses pemulihan sistem kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile dan kanal komunikasi resmi PLN guna memperoleh informasi terbaru secara berkala.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.