Menurutnya, selama empat tahun terakhir PLN terus mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam agenda transisi energi melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Komitmen menuju NZE, kata dia, tidak hanya diwujudkan lewat pembangunan infrastruktur energi bersih, tetapi juga melalui gerakan kolektif yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Baca Juga:
PLN Electric Run 2026 Siap Digelar, Targetkan 8.000 Pelari untuk Kampanye Transisi Energi
"Berlari membuat kita lebih sehat sekaligus berkontribusi mengurangi emisi. Inilah wujud nyata bagaimana sustainability dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama," ucapnya.
Fahrur Rozy menjelaskan, dampak lingkungan yang dihasilkan dari penyelenggaraan PLN Electric Run terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Pada pelaksanaan perdana, kegiatan tersebut mampu berkontribusi terhadap pengurangan emisi sebesar 11.880 kilogram (kg) CO₂, kemudian meningkat menjadi 14.363 kg CO₂ pada tahun kedua, dan mencapai 21.812 kg CO₂ pada penyelenggaraan tahun ketiga.
Baca Juga:
Investor Global Berebut Proyek PSEL, PLN Jamin Serap Listrik Lewat Kontrak 30 Tahun
Dengan target sebanyak 8.000 peserta pada tahun ini, PLN memperkirakan potensi pengurangan emisi karbon dapat mencapai sekitar 24.780 kilogram CO₂, sekaligus memperluas dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
"Dengan target 8.000 peserta pada tahun ini, kami memperkirakan kontribusi pengurangan emisi akan mencapai sekitar 24.780 kilogram CO₂. Namun, dampak PLN Electric Run tidak berhenti pada aspek lingkungannya saja,” ujar Fahrur Rozy.
Tak hanya berfokus pada pengurangan emisi, PLN juga kembali menggandeng Rekosistem sebagai sustainable partner untuk mendukung pengelolaan sampah selama rangkaian kegiatan, mulai dari peluncuran hingga berakhirnya acara.