“Capaian ini merupakan wujud keberhasilan Pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan energi nasional di tengah dinamika global. Stabilitas ini menjadi fondasi penting bagi PLN untuk terus menjaga kinerja perusahaan sekaligus memastikan kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha terpenuhi secara andal,” ujar Darmawan.
Sepanjang 2025, PLN mencatat penjualan tenaga listrik sebesar 317,69 Terawatt hour (TWh), meningkat 3,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 306,21 TWh.
Baca Juga:
PLN-Pemprov Jabar Teken MoU Ketenagalistrikan, Dorong Pemerataan Akses Listrik hingga Pelosok
Sementara itu, pertumbuhan daya tersambung pelanggan mencapai 192.621 Megavolt Ampere (MVA), atau naik 5,82 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 182.026 MVA.
Tidak hanya itu, jumlah pelanggan PLN juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga akhir 2025, total pelanggan PLN mencapai 96,2 juta pelanggan atau bertambah sekitar 3,3 juta pelanggan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan jumlah pelanggan tersebut turut mendorong peningkatan pendapatan dari penyambungan pelanggan menjadi Rp2,24 triliun, tumbuh 28,4 persen dibandingkan tahun 2024.
Baca Juga:
PLN Luncurkan Gelegar PLN Mobile 2026, Pelanggan Berkesempatan Raih Mobil hingga Motor Listrik
Peningkatan penyambungan listrik tersebut mencerminkan semakin tingginya aktivitas ekonomi masyarakat dan sektor usaha di berbagai wilayah.
Selain berasal dari penyambungan reguler, pertumbuhan pelanggan juga diperkuat melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM yang menyasar masyarakat hingga ke wilayah pelosok dan daerah terpencil.
Ilustrasi petugas PLN sedang melakukan penyambungan listrik pelanggan rumah tangga di Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Hadirnya listrik yang andal dapat menggerakkan perekonomian dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.