WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) memastikan kesiapan sistem kelistrikan nasional dalam menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 Hijriah.
Berbagai langkah strategis telah dilakukan guna menjamin pasokan listrik tetap andal, aman, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat selama momen keagamaan tersebut.
Baca Juga:
PLN dan Pemkab Sumenep Kerja Sama Kembangkan PLTS 2 MW untuk Terangi Wilayah Kepulauan
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan hal tersebut usai melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah pembangkit listrik strategis.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah PLTGU Cilegon di Banten pada Selasa (17/3/2026), yang berperan penting dalam menopang sistem kelistrikan di wilayah Jawa bagian barat.
Dalam keterangannya, Darmawan menjelaskan bahwa secara nasional PLN memproyeksikan beban puncak listrik saat Idulfitri tahun ini mencapai 35.017 megawatt (MW).
Baca Juga:
Program “Cahaya Kebahagiaan” Danantara dan PLN Jangkau Ribuan Pelajar di Kalbar, Sultra, dan Papua Selatan
Sementara itu, daya mampu pasok mencapai 51.967 MW, sehingga terdapat cadangan daya sebesar 16.950 MW yang dinilai cukup untuk menjaga stabilitas sistem.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) berdiskusi bersama Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia (EPI), Rakhmad Dewanto (kanan) didampingi oleh Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan (kedua dari kiri) serta Manager Administrasi PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Cilegon, Riyadi (kiri) saat meninjau kesiapan dan ketersediaan pasokan gas untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Cilegon pada Selasa (17/3/2026). Darmawan menyampaikan, ketersediaan pasokan energi primer nasional, baik batu bara, gas, hingga bbm untuk operasional pembangkit listrik aman dan cukup selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), PLN terus siaga agar sistem kelistrikan andal untuk Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026 di seantero Indonesia," ucap Darmawan.
Ia menambahkan, kesiapan ini merupakan hasil dari serangkaian asesmen dan persiapan yang telah dilakukan jauh sebelum memasuki bulan Ramadan.
PLN melakukan penguatan dari sisi hulu hingga hilir, mulai dari pembangkitan energi listrik hingga distribusi ke pelanggan agar seluruh sistem berjalan optimal tanpa gangguan berarti.
“Kami juga sudah cek pasokan energi primer nasional aman, mulai dari batu bara, gas, hingga BBM. Pemeliharaan sistem transmisi dan gardu induk juga telah tuntas dilakukan jauh sebelum Ramadan dan Idulfitri” ujar Darmawan.
Untuk memastikan keandalan di lapangan, PLN menyiagakan sebanyak 72.053 personel yang tersebar di 3.700 posko siaga di seluruh Indonesia selama periode RAFI 2026.
Dukungan operasional juga diperkuat dengan 4.901 unit mobil operasional dan 4.594 unit sepeda motor yang siap digunakan untuk merespons cepat setiap potensi gangguan.
"Petugas kami all out untuk terus menjaga agar suplai listrik aman di lapangan. Kami juga melakukan pengamanan berlapis di lokasi-lokasi prioritas yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri, seperti tempat ibadah, titik transportasi, pusat keramaian, pusat perbelanjaan, dan rumah sakit," ujar Darmawan.
Selain itu, PLN turut menyiapkan berbagai peralatan pendukung guna menjaga kontinuitas pasokan listrik.
Peralatan tersebut meliputi 2.005 unit genset, 773 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.349 unit gardu bergerak (UGB), serta 429 unit truk crane yang siap dikerahkan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Indonesia Power, Purnomo (kanan), dan para petugas saat meninjau langsung kesiapan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Cilegon sebagai pembangkit strategis yang memasok listrik pada periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H untuk wilayah Jamali khususnya Jawa Bagian Barat, Selasa (17/3/2026).
“Dengan cadangan daya yang cukup, sistem kelistrikan nasional berada dalam kondisi aman. Sehingga masyarakat dapat menikmati momen berkumpul serta menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan nyaman,” tambah Darmawan.
Secara khusus, pada sistem kelistrikan Jawa–Madura–Bali (Jamali), PLN memperkirakan beban puncak mencapai 22.453 MW dengan daya mampu pasok sebesar 33.497 MW.
Dengan demikian, sistem ini tetap berada dalam kondisi aman dengan cadangan daya sekitar 11.044 MW.
Dalam kesempatan tersebut, Darmawan juga meninjau kesiapan operasional PLTGU Cilegon yang menjadi salah satu tulang punggung pasokan listrik di wilayah Jamali.
Pembangkit ini dioperasikan oleh PLN Indonesia Power dan memiliki kapasitas terpasang sebesar 740 MW, yang terdiri dari dua unit turbin gas masing-masing berkapasitas 240 MW serta satu unit turbin uap berkapasitas 260 MW.
Keberadaan PLTGU Cilegon sangat krusial dalam menjaga keandalan subsistem 150 kilovolt (kV) Cilegon, yang menyuplai kebutuhan listrik bagi kawasan industri dan masyarakat di wilayah Banten.
Selain itu, pembangkit ini juga terhubung dengan sistem interkoneksi Jawa–Bali yang semakin memperkuat stabilitas pasokan listrik di kawasan tersebut.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernardus Sudarmanta, menegaskan bahwa pihaknya terus memastikan seluruh unit pembangkit berada dalam kondisi optimal selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
"Seluruh unit mesin di PLTGU Cilegon dalam kondisi prima untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Kami telah menyiapkan personel siaga, memastikan keandalan peralatan, serta melakukan monitoring operasi secara intensif agar pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat dan industri," tutup Bernadus (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]