Ketua Posko Nasional Sektor ESDM RAFI 2026, Erika Retnowati, menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran penyediaan energi selama periode RAFI.
Menurutnya, sinergi yang kuat antara pemerintah, BUMN, serta para pemangku kepentingan di sektor energi mampu mengantisipasi berbagai potensi kendala sejak dini.
Baca Juga:
Bahlil Resmikan Bazar Ramadan ESDM, Tegaskan UMKM Tulang Punggung Ekonomi Nasional
“Melalui semangat kolaborasi dan sinergitas antar instansi diharapkan Posko Nasional sektor ESDM ini dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat Indonesia dapat merayakan Hari Raya Idulfitri dengan aman dan bahagia,” ujar Erika.
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen PLN dalam mendukung kebijakan pemerintah dengan memastikan sistem kelistrikan nasional tetap dalam kondisi aman, stabil, dan terkendali selama periode RAFI 2026.
Ia memaparkan bahwa secara nasional, beban puncak listrik selama Ramadan dan Idulfitri diproyeksikan mencapai 47,20 gigawatt (GW).
Baca Juga:
DPR Desak Pemerintah Percepat Pemerataan Listrik hingga Pelosok Desa
Sementara itu, daya mampu pasok dari pembangkit listrik mencapai 51,61 GW. Dengan demikian, terdapat cadangan daya sebesar 4,41 GW atau sekitar 9,3 persen, yang dinilai cukup untuk menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh wilayah Indonesia.
Untuk memastikan keandalan tersebut, PLN juga menyiagakan sekitar 72 ribu personel yang tersebar di 4.137 posko siaga di berbagai daerah.
Para petugas ini dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung operasional seperti 2.005 unit genset, 773 unit Uninteruptible Power Supply (UPS), 1.349 unit Gardu Bergerak (UGB), 429 unit truk crane, 4.901 mobil operasional, serta 4.594 motor operasional.