"Apalagi pelemahan Rupiah saat ini jauh lebih dalam dibandingkan posisi pada kuartal pertama tahun ini, ketika sebagian (10 subsektor) manufaktur tumbuh di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, dan 4 subsektor manufaktur diantaranya alami kontraksi," tuturnya.
Melansir data Refinitiv, rupiah di pasar spot per pukul 09.11 WIB tercatat menembus level psikologis Rp18.000/US$ untuk pertama kalinya. Mata uang Garuda berada di posisi Rp18.015/US$ atau melemah 0,42%.
Baca Juga:
Penipu Lowongan Kerja di Tebet Jaksel Ditangkap Warga dan Dihakimi Warga
Pelemahan ini terjadi cukup cepat. Rupiah pertama kali menutup perdagangan di atas level psikologis Rp17.000/US$ pada 6 April 2026. Artinya, hanya dalam 59 hari kalender, rupiah kembali terdepresiasi sekitar Rp1.000/US$ hingga menembus Rp18.000/US$.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.