Selain itu, penyelesaian perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA) menjadi tonggak penting dalam membuka akses pasar ekspor ke 27 negara Uni Eropa dengan nilai pasar mencapai USD21 triliun. Pemerintah menargetkan implementasi efektif perjanjian ini dimulai pada awal 2027.
Pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Financial Center sebagai alternatif destinasi investasi global. Penguatan kelembagaan dan berbagai insentif kompetitif disiapkan guna menarik investasi, termasuk melalui skema Indonesia Financial Center.
Baca Juga:
Pemerintah Perkuat Peran KEK sebagai Motor Transformasi Ekonomi Nasional
Dalam sektor ekonomi digital, peningkatan investasi data center terus didorong seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Indonesia dinilai memiliki keunggulan strategis dengan jumlah populasi besar serta infrastruktur konektivitas yang didukung titik pendaratan kabel optik internasional di Batam dan Bitung.
Dengan berbagai kebijakan tersebut, pemerintah optimistis kolaborasi dengan sektor swasta akan menjadi motor penggerak utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
“Sebagai pemerintah, kita harus tetap optimis menghadapi berbagai ketidakpastian. Dengan optimisme, kita dapat menyelesaikan berbagai persoalan demi kemajuan negara,” pungkas Airlangga.
Baca Juga:
Pemerintah Dorong Investasi Terencana untuk Perkuat Ketahanan Pasar Modal
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.