WAHANANEWS.CO,Jakarta-PT PLN (Perusahaan Listrik Negara) UP3 Majalaya terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan ketersediaan listrik dan fasilitas pendukung bagi para pemudik, termasuk penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah titik strategis. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi layanan PLN dalam menghadapi peningkatan penggunaan kendaraan listrik di masyarakat.
Selain itu, kesiapan infrastruktur ini juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas modern yang semakin bergantung pada energi ramah lingkungan.
Salah satu titik layanan yang menjadi perhatian adalah Pos Terpadu Nagreg di Nagreg.
Baca Juga:
Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri
Jalur ini dikenal sebagai salah satu titik krusial yang dipadati kendaraan saat musim mudik dan arus balik, terutama karena menjadi penghubung utama antarwilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kehadiran SPKLU di lokasi ini memberikan kemudahan bagi para pengguna kendaraan listrik untuk tetap melanjutkan perjalanan tanpa khawatir kehabisan daya. Dengan akses yang mudah dijangkau, fasilitas ini juga membantu mengurai potensi antrean panjang kendaraan di jalur utama.
Karsino, seorang pemudik asal Cilacap, mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas tersebut. Ia yang melakukan perjalanan menggunakan mobil listrik merasa lebih tenang karena dapat mengisi daya kendaraannya di tengah perjalanan tanpa harus keluar jalur terlalu jauh. Menurutnya, keberadaan SPKLU di Nagreg menjadi solusi praktis yang sangat membantu pemudik jarak jauh. Ia juga menyebut bahwa fasilitas tersebut membuat perjalanan terasa lebih efisien dan terencana dengan baik.
Sementara itu, Deni, pemudik asal Yogyakarta, juga merasakan manfaat serupa. Ia melakukan perjalanan menggunakan motor listrik dan memanfaatkan fasilitas pengisian daya di Pos Terpadu Nagreg saat arus balik menuju kota tempatnya bekerja. Deni menilai layanan yang disediakan PLN memberikan kenyamanan tambahan bagi pengguna kendaraan listrik roda dua. Ia berharap ke depan jumlah SPKLU semakin diperbanyak agar pengguna motor listrik semakin percaya diri melakukan perjalanan jarak jauh.
Baca Juga:
PLN Siagakan SPKLU di Rest Area Karawang, Dukung Arus Balik Lebaran Lancar
Manager PLN UP3 Majalaya, Widodo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk mendukung kebutuhan pemudik. Selain menjaga keandalan pasokan listrik, PLN juga menyiagakan petugas di lapangan guna memastikan operasional SPKLU berjalan optimal serta siap membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ia menegaskan bahwa seluruh personel telah disiagakan selama periode mudik hingga arus balik. Koordinasi dengan berbagai pihak juga dilakukan untuk memastikan pelayanan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Widodo menambahkan, PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Dengan tersedianya fasilitas yang memadai di jalur-jalur utama seperti Nagreg, diharapkan perjalanan mudik dan arus balik masyarakat dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan efisien. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. Ke depan, PLN UP3 Majalaya berupaya memperluas jangkauan layanan guna menjangkau lebih banyak pengguna di berbagai wilayah.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa kehadiran SPKLU di jalur strategis seperti Nagreg merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat selama periode mudik.
“PLN terus berupaya menghadirkan infrastruktur yang andal dan mudah diakses oleh masyarakat, khususnya di momen penting seperti Idul Fitri. Kehadiran SPKLU di jalur utama mudik diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna kendaraan listrik,” ujar Sugeng.
Ia menambahkan bahwa PLN akan terus memperluas pembangunan SPKLU di berbagai titik strategis guna mendukung percepatan transisi energi bersih di Indonesia.
“Ini bukan hanya tentang pelayanan saat mudik, tetapi juga bagian dari langkah besar menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan di masa depan,” tambahnya.
[Angelita Lumban Gaol]