IMF juga memasukkan asumsi peningkatan pasokan tenaga kerja secara eksogen sebesar 0,5 persen yang dalam modelnya dinilai memberi kontribusi wajar terhadap peningkatan output perekonomian.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto tiba di Amerika Serikat pada Selasa (17/2/2026) waktu setempat untuk menjalani agenda diplomasi ekonomi tingkat tinggi.
Baca Juga:
Ganti Dengan Yuan China, Negara Ini Mulai Tinggalkan Dolar AS
Setibanya di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Prabowo dijadwalkan langsung menggelar sejumlah pertemuan penting dengan Presiden AS serta kalangan pemerintah dan pengusaha Amerika Serikat.
Fokus utama rangkaian pertemuan tersebut adalah pembahasan kerja sama strategis di berbagai sektor ekonomi guna memperkuat rantai pasok dan produktivitas industri nasional.
“Presiden Prabowo diagendakan akan langsung melakukan pertemuan pada malam hari waktu setempat, serta beberapa pertemuan dengan Pemerintah dan pengusaha Amerika Serikat,” tulis akun Instagram Sekretariat Kabinet.
Baca Juga:
IMF Beri Catatan Ini untuk Dunia, Dampak Tarif AS Masih Gelap
Kunjungan ini menjadi bagian dari diplomasi langsung Presiden Prabowo untuk mendorong peningkatan rantai ekonomi dan daya saing industri dalam negeri.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Amerika Serikat, menandakan kuatnya dimensi ekonomi dan strategis dalam lawatan tersebut.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.