"Kalau Pertamax disesuaikan dengan marketplace ini bakal banyak yang pindah ke Pertalite dan which is beban subsidinya makin naik," tutur Nicke.
Dia mengakui kalau dilihat berdasarkan penjualan per produk, Pertamina rugi menjual Pertamax. Sehingga pihaknya melakukan subsidi silang dari bisnis lain untuk menutupi kerugian tersebut.
Baca Juga:
KAI Layani 11,8 juta Pelanggan Selama Masa Angkutan Lebaran 2025
"Saat harga minyak naik, kita dapat windfall dari hulu dan ada beban di hilir. Makanya ini subsidi silang," kata dia.
Sebagai perusahaan milik negara, Pertamina kata Nicke harus bisa membantu pemerintah. Dalam hal ini menjaga daya beli masyarakat.
"Itu lah BUMN yang membedakannya, kita harus bantu daya beli masyarakat juga," kata dia.
Baca Juga:
PELNI Catat Jumlah Penumpang Mudik Lebaran 2025 Melebihi Tahun Sebelumnya
Namun disisi lain juga harus menyehatkan APBN dan badan usaha. Keseimbangan yang dijaga ini membuat akhir tahun lalu Pertamina masih bisa meraup keuntungan. "Makanya tahun lalu kita masih dapat keuntungan dan ini kita coba atur sedemikan rupa," pungkasnya. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.