WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di tengah gelombang perombakan besar yang melanda Kementerian Keuangan, Rionald Silaban tegak berdiri. Dijuluki "orang terkaya di Indonesia" oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, posisinya sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) tak tergoyahkan oleh reshuffle.
Ketika posisi strategis lain seperti Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai mengalami pergantian di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Rionald tetap pada jabatannya.
Baca Juga:
Danantara DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor Sawit, MARTABAT Prabowo-Gibran: Transparansi Akan Lindungi Petani
Ini mengindikasikan bahwa Rionald bukan sekadar bertahan, melainkan menjadi simbol stabilitas di tengah pusaran perubahan.
Pengelola Kekayaan Negara Rp11.000 Triliun
Lahir di Pekanbaru pada 23 April 1966, Rionald Silaban adalah pejabat eselon I yang kini mengelola aset negara dengan nilai mencengangkan, lebih dari Rp11.000 triliun.
Baca Juga:
KEK Sei Mangkei Pacu Industri Oleofood dan Biodiesel, MARTABAT Prabowo-Gibran: Hilirisasi Harus Jadi Mesin Ekonomi Rakyat
Julukan “orang terkaya di Indonesia” bukan tanpa alasan, karena dalam kapasitasnya, ia mengelola kekayaan negara yang jauh melebihi harta pribadi siapapun di Tanah Air.
Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Hukum dari Universitas Indonesia (1989), dan kemudian gelar Master of Laws (LLM) bidang Common Law dari Georgetown University, AS (1993).
Kariernya di Kementerian Keuangan dimulai tahun 1990, dan terus meroket hingga dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis, termasuk Kepala BPPK dan Plt Dirut LPDP.