Langkah serupa juga dilakukan oleh Blackstone melalui kendaraan kredit swasta besarnya, BCRED, yang menghadapi lonjakan permintaan penarikan dana pada awal 2026 hingga melewati batas kuartalan yang ditetapkan.
Fenomena tersebut memicu perhatian regulator karena dalam beberapa tahun terakhir perusahaan pasar swasta agresif memperluas bisnisnya ke manajemen kekayaan ritel.
Baca Juga:
Prabowo Paparkan Transformasi Nasional di Washington DC: Dari Sekolah Digital hingga Danantara
Para analis menilai fenomena ketidaksesuaian likuiditas atau liquidity mismatch sebagai tantangan struktural dalam industri ini.
Jika penarikan dana terus meningkat, pengelola dana kemungkinan harus memperlambat proses penarikan, mencari tambahan modal baru, atau menjual pinjaman dengan harga diskon yang berpotensi memicu kepanikan investor.
Kekhawatiran berikutnya adalah potensi penularan krisis dari kredit swasta ke sistem perbankan konvensional.
Baca Juga:
Komitmen Indonesia Perkuat Daya Tarik Investasi dan Kepercayaan bagi Investor
Meski regulasi pasca krisis 2008 telah memperketat praktik pinjaman bank, sektor perbankan tetap memiliki keterkaitan erat dengan kredit swasta melalui penyediaan fasilitas pembiayaan yang memungkinkan perusahaan kredit swasta menyalurkan pinjaman dalam jumlah besar.
Penelitian Federal Reserve Bank of Boston menunjukkan bahwa pertumbuhan pesat kredit swasta selama ini sebagian besar didanai oleh pinjaman bank.
Temuan tersebut menandakan bahwa bank memiliki eksposur tidak langsung yang signifikan terhadap sektor ini sehingga tekanan dalam kredit swasta dapat dengan cepat menjalar ke sistem keuangan yang lebih luas jika terjadi gelombang gagal bayar.