WahanaNews.co, Jakarta -
Kementerian Perindustrian terus mendorong perusahaan manufaktur di Indonesia untuk menerapkan standar industri hijau, yang tidak hanya bermanfaat bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing di pasar global. Melalui prinsip keberlanjutan ini, Indonesia diyakini bisa mencapai target pengurangan emisi karbon dan pembangunan industri yang lebih hijau.
Dalam pelaksanaan industri hijau, perusahaan yang telah mendapat sertifikasi industri hijau, akan diaudit surveilans secara berkala untuk memastikan, memverifikasi dan mengevaluasi kinerja perusahaan tetap konsisten dalam memenuhi prinsip-prinsip ramah lingkungan dan penerapan standar industri hijau yang berkelanjutan.
Baca Juga:
Agus Gumiwang Akan Laporkan Oknum LSM Penebar Fitnah
“Audit surveilans ini dilakukan sebagai salah satu tanggung jawab dari Kemenperin untuk memastikan bahwa perusahaan yang telah mendapatkan sertifikasi industri hijau tetap berkomitmen dan konsisten dalam implementasi prinsip-prinsip keberlanjutan,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/3).
Kepala BSKJI menjelaskan, audit surveilans industri hijau ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa perusahaan-perusahaan yang telah memperoleh sertifikasi industri hijau tidak hanya memenuhi standar pada saat pertama kali sertifikasi diberikan, tetapi juga terus menerapkan praktik berkelanjutan yang dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
“Selain itu, audit surveilans ini juga berperan penting untuk memastikan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang berlaku, serta diharapkan perusahaan dapat terus berinovasi dalam mengelola dampak lingkungan mereka,” ungkapnya.
Baca Juga:
Jumlah Produksi dan Perajin Meningkat, Sentra IKM Batik Mojokerto Kian Bergeliat
Salah satu unit pelaksana teknis (UPT) di bawah BSKJI Kemenperin, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBSPJIHPMM) Makassar telah melaksanakan audit surveilans I sertifikasi industri hijau di PT Nutrindo Bogarasa Flour Mills Division - Cilegon pada tanggal 26-27 Februari 2025.
Kegiatan audit surveilans tersebut dilakukan untuk memastikan kepatuhan dan mengevaluasi berkala dari komitmen kinerja PT. Nutrindo Bogarasa Flour Mills Division – Cilegon dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan mendukung upaya pemerintah untuk mendorong penerapan prinsip industri hijau, khususnya di sektor industri pengolahan pangan yang diharuskan mematuhi standar industri hijau sesuai dengan amanat Permenperin Nomor 32 Tahun 2021. Demikian dilansir dari laman kemenperingoid, Minggu (23/3).
[Redaktur: JP Sianturi]