“Tidak boleh ada lagi kereta masuk di jalur yang sama tanpa pengamanan berlapis,” ujarnya.
Selain tanggung jawab teknis, BPKN juga menekankan pentingnya pertanggungjawaban moral kepada publik.
Baca Juga:
Klarifikasi Green SM Picu Amarah, Tak Ada Maaf Usai Tragedi Bekasi Timur
Disampaikannya, permintaan maaf terbuka dari operator menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
“Permintaan maaf penting sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada publik,” tegasnya.
Diketahui, pihak KAI telah menyampaikan permohonan maaf sementara penyebab kecelakaan masih dalam proses investigasi oleh aparat dan pihak terkait.
Baca Juga:
Kecelakaan Kereta Bekasi: Hingga Kini Terkonfirmasi Korban 14 Meninggal 84 Luka
Sebagai langkah pembenahan, BPKN mendorong modernisasi sistem perkeretaapian dengan memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan dan sistem IT terintegrasi.
Rekomendasi yang diajukan mencakup penggunaan AI untuk deteksi dini konflik jalur, integrasi kontrol lalu lintas berbasis digital real-time, peningkatan automated signaling system, serta audit menyeluruh terhadap SOP keselamatan.
Ditegaskan Mufti, sistem transportasi ke depan tidak bisa lagi bergantung pada metode manual atau semi-manual.