“Ke depan, sistem transportasi tidak bisa lagi mengandalkan manual atau semi-manual,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya teknologi cerdas untuk meminimalkan potensi human error dalam operasional.
Baca Juga:
KNKT Bongkar Kendala Investigasi Tragedi Kereta Bekasi Timur: Data Digital Sulit Dibuka
“Harus berbasis teknologi cerdas yang mampu mencegah human error,” ujarnya.
BPKN memandang tragedi ini sebagai momentum penting untuk pembenahan nasional di sektor transportasi publik yang digunakan jutaan masyarakat setiap hari.
Ditekankan Mufti, keselamatan konsumen harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Baca Juga:
Fakta Mengejutkan Kecelakaan Bekasi Timur, Taksi Green SM Ternyata Telat Servis 9.000 KM
“Keselamatan konsumen adalah prioritas utama,” pungkasnya.
Proses investigasi masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan gangguan di jalur yang membuat KRL berhenti sebelum akhirnya tertabrak.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.