Akibatnya, 40% ekspor komoditas Malaysia saat ini berbasis elektronik. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia terus mendorong agar ada perusahaan semikonduktor yang membangun pabrik di Indonesia.
"Industri semikonduktor Indonesia masih di hilir, baru pada tahap pengujian dan perakitan. Selanjutnya kita kembali ke dasar, karena membicarakan semikonduktor berarti membahas desain chip. Artinya merancang sirkuit elektrik berukuran dua nano. Membuat sirkuit elektrik sekecil itu sulit jika tidak memiliki insinyur mikroelektronik atau megatronik," tutur Airlangga.
Baca Juga:
Indonesia Perkuat Kerja Sama Energi Bersih dan Industri Kendaraan Listrik dengan Korea Selatan
Mantan Menteri Perindustrian ini menyatakan Amerika Serikat akan melibatkan Indonesia sebagai mitra dalam mengembangkan industri semikonduktor. Selain itu, Indonesia juga akan bekerja sama dengan China untuk proyek yang sama.
"Indonesia termasuk 7 negara yang disiapkan Amerika untuk industri semikonduktor. Tapi jika tak dengan Amerika, kita sudah menyiapkan kerjasama semikonduktor dari tahap awal, yaitu wafer dari China," ungkap Airlangga.
Dia menambahkan negara seperti Jerman dan Spanyol berpotensi investasi besar di semikonduktor, masing-masing US$13 miliar dan US$3 miliar. Jepang juga memberi subsidi untuk pengembangan industri tersebut.
Baca Juga:
Kawasan Industri Terpadu Batang Sepakati MoU dengan BUMN Tiongkok dalam Kerangka Two Countries Twin Parks
"Investasi semikonduktor di Jerman US$13 miliar, di Spanyol US$3 miliar. Amerika dan Jepang pun subsidi dengan jumlah besar. Kita bersaing dengan mereka, tetapi sedang menuju ke sana," jelasnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.