WahanaNews.co, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengunjungi pabrik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Keripik Brownies Bron Chips di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/4/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan usaha, proses produksi, serta fasilitas yang dimiliki pelaku UMKM tersebut.
Dalam kunjungannya, Wamendag Roro menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan dalam mendorong UMKM agar mampu bersaing di pasar global. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program, termasuk perluasan akses pasar, baik di dalam negeri maupun internasional.
Baca Juga:
Makin Perkuat Struktur Perdagangan, Kemendag Dukung Implementasi KBLI 2025
“Selain mendorong ekspor, Kementerian Perdagangan juga berupaya memperluas distribusi produk UMKM ke ritel modern. Saat ini, Bron Chips telah berhasil menembus jaringan ritel modern Indomaret, sehingga produknya makin mudah dijangkau konsumen,” ujar Roro.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan akses pasar di tengah dinamika geopolitik global. Menurutnya, pemerintah terus menjalin berbagai perjanjian dagang internasional guna membuka peluang ekspor yang lebih luas. Beberapa kerja sama tersebut antara lain dengan Peru, Kanada, kawasan Eurasia, serta Uni Eropa.
“Perjanjian dagang ini menjadi fondasi penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan ekspor. Kita harus terus membuka akses pasar baru agar pelaku usaha, termasuk UMKM, memiliki peluang yang lebih luas,” katanya.
Baca Juga:
Dorong Percepatan Implementasi SRG di Sulawesi Selatan, Bappebti Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Pendiri Bron Chips, Mega Siswindarto, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menilai dukungan pemerintah sangat penting, khususnya dalam memperluas akses pemasaran. Ia juga mengungkapkan bahwa Bron Chips pernah mengikuti Export Coaching Program (ECP) dari Kementerian Perdagangan, yang memberikan pendampingan bagi pelaku usaha berorientasi ekspor.
“Kami berharap ke depan makin banyak kerja sama dengan ritel modern lain, sehingga produk UMKM Bron Chips dapat tersebar lebih luas di berbagai daerah,” ujar Mega.
Sementara itu, co-founder Bron Chips, Fikri Pratiwi, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengiriman produk ke luar negeri, meskipun belum secara rutin dan volumenya masih terbatas. Ia berharap adanya dukungan berkelanjutan untuk memperkuat ekspor produk mereka.
Usai mengunjungi pabrik Bron Chips, Wamendag Roro melanjutkan agenda dengan meninjau salah satu gerai ritel modern Indomaret di Surabaya. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung ketersediaan produk UMKM di ritel modern serta mengapresiasi komitmen Indomaret dalam mendukung pemasaran produk lokal.
“Selain memberikan ruang bagi UMKM, ritel modern juga menghadirkan berbagai promo yang diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan begitu, produk UMKM bisa makin diminati,” ujarnya.
Roro berharap sinergi antara UMKM dan ritel modern dapat terus diperkuat agar semakin banyak produk lokal mampu bersaing di pasar domestik maupun global.
“Kami berharap kerja sama seperti ini terus berkembang, sehingga produk-produk UMKM makin variatif, dikenal luas, dan diminati masyarakat,” pungkasnya.
Di lokasi yang sama, Development Manager Indomaret Surabaya, Guntur Buntoro, menyampaikan pentingnya dukungan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi sektor ritel. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, industri ritel, dan UMKM menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem perdagangan.
“Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis ritel modern dapat terus menjadi mitra strategis dalam memperluas pemasaran produk UMKM,” kata Guntur.
[Redaktur: Jupriadi]