WahanaNews.co | Pasukan Arab Saudi dilaporkan
berhasil menggagalkan serangan drone
bersenjata milik pemberontak Houthi asal Yaman pada Kamis (11/2/2021).
Pengumuman
itu disampaikan koalisi pasukan yang dipimpin Riyadh, sehari setelah sebuah
bandara di negara kerajaan itu menjadi target serangan.
Baca Juga:
Jamaah Umroh Indonesia Tertahan di Arab Saudi, Penerbangan Dihentikan Usai Serangan AS ke Iran
Serangan
drone yang terbaru menargetkan Kota
Khamis Mushait di selatan Arab Saudi, yang berisi pangkalan udara utama.
Namun, drone bersenjata Houthi itu berhasil
dihancurkan sebelum mencapai targetnya, kata juru bicara koalisi, Turki
Al Maliki, dikutip AFP dari media
pemerintah Arab, SPA.
Sebelumnya,
beberapa drone menyerang bandara
internasional Abha pada Rabu (10/2/2021), yang mendorong Amerika Serikat (AS)
menyerukan diakhirinya agresi Houthi.
Baca Juga:
KPK Sentil Keras Yaqut, Alasan Bagi Kuota Haji 50:50 Dinilai Tak Sinkron
Pasukan
koalisi mengatakan, serangan itu menembaki pesawat penumpang, sementara Houthi
menyebutkan, mereka menyerang bandara Abha dengan empat drone.
AS lalu
bereaksi dengan berseru agar para pemberontak segera menghentikan tindakan
agresif ini, hanya beberapa hari setelah menuntut diakhirinya serangan baru di
Yaman.
Washington
telah mengakhiri bantuan militer untuk mengakhiri koalisi di Yaman dan
menghapus Houthi dari daftar teroris, tetapi masih menegaskan dukungannya untuk
Riyadh dalam mempertahankan wilayah.
Di
Yaman sendiri, Houthi masih melanjutkan serangan untuk merebut benteng
terakhir pemerintah di Marib.
Pertempuran
berpusat di pangkalan militer pemerintah di barat kota Marib, kata seorang
komandan pro-pemerintah di TKP kepada AFP.
Kehilangan
kamp akan memutus jalur pasokan penting bagi pasukan pemerintah, katanya.
Adu
tembak di pangkalan itu pada Rabu (10/2/2021), menewaskan 23 milisi dan 15
anggota pasukan pemerintah, menurut sang komandan.
Hisham
Sharaf, Menteri Luar Negeri yang ditunjuk Houthi, pada
Selasa (9/2/2021) mengatakan, serangan lintas-perbatasan itu adalah balasan
atas serangan udara dari koalisi. [dhn]