WAHANANEWS.CO, Jakarta – Mantan Duta Besar Israel untuk AS, Michael Herzog, menilai langkah Iran memilih putra mahkota sebagai pimpinan agung sebagai bentuk "perlawanan terbuka". Bahkan ini memberi sinyal "dendam yang besar".
Penunjukan sosok berusia 56 tahun ini langsung memicu guncangan hebat di pasar global. Harga minyak mentah dunia dilaporkan meroket hingga melampaui level US$ 120 per barel pada Senin, yang merupakan angka tertinggi sejak tahun 2022.
Baca Juga:
Iran Siap Perang Panjang! Ancaman Teheran Disebut Bisa Hancurkan Ekonomi Dunia
Iran secara resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Agung yang baru. Langkah ini diambil guna mengisi kekosongan kekuasaan setelah wafatnya sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan udara Amerika Serikat.
Selain faktor kepemimpinan baru, lonjakan ini dipicu oleh keputusan mendadak Teheran untuk menutup Selat Hormuz. Ini adalah jalur urat nadi distribusi minyak dunia.
"Rakyat Iran menunjukkan pembangkangan dengan memilih putra Khamenei. Hal ini menunjukkan adanya kesinambungan, dan orang ini kemungkinan besar akan memiliki dendam yang besar," ujar Herzog kepada CNBC International, Kamis (12/3/2026), seperti dilansir dari CNBC Indonesia.
Baca Juga:
Mengejutkan! Perancis Sebut Serangan AS-Israel ke Iran Ilegal
Lalu bagaimana sebenarnya fakta dari seorang Mojtaba Khamenei?
1. Lebih Garis Keras Dibanding Sang Ayah
Mojtaba dikenal memiliki profil yang jauh lebih konservatif dan keras dibandingkan mendiang ayahnya. Lahir di kota suci Mashhad, ia telah terpapar radikalisme politik sejak usia 10 tahun saat revolusi 1979 pecah.