WAHANANEWS.CO - Putra Putri Mahkota Norwegia, Marius Borg Hoiby, dijatuhi hukuman empat tahun penjara setelah dinyatakan bersalah dalam kasus pemerkosaan dan sejumlah pelanggaran hukum lainnya yang menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah monarki Norwegia.
Pengadilan Oslo menjatuhkan vonis empat tahun penjara kepada Marius Borg Hoiby (29) atas dua dakwaan pemerkosaan serta berbagai tindak pidana lain yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga:
Harga Minyak Dunia Anjlok Setelah AS dan Iran Sepakat Akhiri Peran
Hoiby diketahui merupakan anak Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit dari hubungan sebelum pernikahannya dengan Putra Mahkota Haakon pada 2001.
Meski memiliki hubungan keluarga dengan kerajaan, Hoiby bukan anggota resmi keluarga Kerajaan Norwegia dan tidak memegang jabatan maupun tugas kenegaraan.
Dalam perkara tersebut, Hoiby sebelumnya didakwa melakukan sekitar 40 tindak pidana yang mencakup pemerkosaan, kekerasan, ancaman hingga pelanggaran lalu lintas, dengan ancaman hukuman maksimal mencapai 16 tahun penjara.
Baca Juga:
Cekcok di Jalan Berujung Ancaman Sajam, Polisi Usut Video Viral di Bogor
Salah satu kasus pemerkosaan yang membuatnya divonis bersalah diketahui terjadi di kediaman resmi Putra Mahkota Norwegia pada 2018.
Selain kasus pemerkosaan, pengadilan juga menyatakan Hoiby bersalah atas tindakan kekerasan domestik berulang terhadap mantan pacarnya, pelanggaran lalu lintas, ancaman, serta sejumlah pelanggaran hukum lainnya.
Namun, pengadilan membebaskan Hoiby dari dua dakwaan pemerkosaan lainnya yang sebelumnya diajukan oleh jaksa.
Jaksa Penuntut Umum Oslo sebelumnya menuntut hukuman tujuh tahun penjara terhadap Hoiby atas berbagai dakwaan yang menjeratnya.
Sepanjang proses hukum berlangsung, Hoiby membantah tuduhan paling serius, termasuk tuduhan pemerkosaan yang menurut jaksa dilakukan ketika korban sedang tertidur atau tidak sadarkan diri, serta tuduhan kekerasan domestik.
Sementara itu, tim kuasa hukumnya meminta pengadilan menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara untuk sejumlah dakwaan yang telah diakuinya, termasuk kepemilikan 3,5 kilogram ganja, penyerangan fisik, dan ancaman.
Hoiby yang telah ditahan sejak 1 Februari 2026 tidak menghadiri sidang pembacaan putusan pada Senin (15/06/2026) waktu setempat karena alasan medis yang tidak dijelaskan secara rinci.
Meski tidak hadir langsung di ruang sidang, Hoiby mengikuti jalannya persidangan melalui sambungan video.
Persidangan kasus tersebut berlangsung sejak Senin (03/02/2026) hingga Rabu (19/03/2026) dan mengungkap berbagai aspek kehidupan pribadi Hoiby yang selama ini menjadi perhatian publik Norwegia.
Dalam persidangan, Hoiby mengaku hidup di bawah bayang-bayang status keluarganya sejak kecil.
"Saya lebih dikenal sebagai putra ibu saya, bukan yang lainnya. Jadi saya memiliki kebutuhan yang sangat besar akan pengakuan sepanjang hidup saya. Dan hal itu terwujud dalam banyak seks, banyak narkoba, dan banyak alkohol," ucap Hoiby kepada pengadilan.
[Redaksi: Rinrin Khaltarina]