WahanaNews.co | Seorang personel Garda Revolusi Iran ditembak mati di luar rumahnya di ibu kota Teheran.
Diduga, personel Garda Revolusi Iran ini terbunuh saat perampokan terjadi di area tempat tinggalnya.
Baca Juga:
Dibujuk Arab Saudi hingga Qatar, Trump Urungkan Serangan ke Iran
Seperti dilansir AFP, Rabu (4/1/2023), kantor berita IRNA mengidentifikasi personel Garda Revolusi Iran yang tewas sebagai Qassam Fathollahi.
Disebutkan juga bahwa Fathollahi tewas ditembak 'empat kali di depan rumahnya' di Teheran bagian selatan pada Selasa (3/1) tengah malam oleh 'sejumlah orang tak dikenal'.
Kepolisian Iran menemukan 'tanda-tanda pencurian pada apartemen-apartemen di sekitar lokasi penembakan'.
Baca Juga:
Trump Lempar Ancaman Baru ke Iran: Waktu Sangat Penting Deal Atau Rata!
Belum ada satupun tersangka yang ditangkap terkait penembakan itu.
Tidak dijelaskan juga oleh kantor berita IRNA soal kronologi kejadian yang berujung ditembak matinya Fathollahi.
Insiden ini terjadi saat Iran marak dilanda unjuk rasa di berbagai wilayah, yang diawali aksi memprotes kematian seorang wanita muda bernama Mahsa Amini (22) pada September tahun lalu.